JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Asian Development Bank (ADB) mendanai desain Bendungan Multiguna Jragung di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, senilai Rp24 miliar dalam beberapa tahun (tahun jamak) mulai tahun ini. “Kontrak desain bendungan ini merupakan yang pertama kali didanai dari ADB dengan kontrak ‘multiyears’ (tahun jamak) senilai Rp24 miliar,” kata Kepala Pusat Bendungan Ditjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ni Made Sumiarsih dalam di Jakarta, Sabtu (7/10).

Ia mengatakan penandatangan kontrak Jasa Konsultansi Pekerjaan Desain bendungan itu sudah dilakukan pada Jumat (6/10) oleh para pihak.

Manfaat Bendungan Jragung, lanjut dia, secara umum untuk pemenuhan air baku bagi rumah tangga, irigasi, pembangkit listrik termasuk mereduksi potensi banjir di sekitar Demak-Semarang Jawa Tengah.

Sumiarsih menjelaskan pembangunan bendungan baru masuk tahap desain oleh PT Indra Karya dalam waktu 18 bulan dan diharapkan pada 2019 sudah bisa rampung dan dilanjutkan dengan tahap konstruksi.

“Kami berharap ADB juga bisa ikut mendanai tahap konstruksi bendungan tersebut. Saat masuk tahap konstruksi baru bisa dilakukan pembebasan tanah termasuk menentukan luas genangan dan daya tampung bendungannya,” katanya.

Estimasi kebutuhan dana pembebasan tanah di sekitar Bendungan Jragung Rp2,3 miliar.

Anggaran itu juga sudah disetujui oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) yang bertugas melakukan pendanaan pengadaan tanah untuk Proyek Strategis Nasional (PSN).

Senior Procurement Officer ADB Olga Suryatmo mengaku cukup senang bisa terlibat dalam salah satu program prioritas nasional pemerintah.

Direktur I PT Indra Karya Persero Milfan Rantawi selaku konsultan akan menyiapkan konsultan ahli untuk dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut agar tepat mutu, tepat waktu, tepat biaya, dan memperhatikan faktor keselamatan.

Bendungan Jragung salah satu dari 49 bendungan baru yang dibangun pada pemerintahan Presiden Jokowi.

Bendungan tersebut berlokasi di wilayah Kabupaten Semarang, yakni di Dusun Kedungglatik, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus.

Pemilihan lokasi bendungan wilayah itu dikelilingi dua sungai besar, yakni Sungai Jragung dan Sungai Klampok, serta hutan milik Perhutani. (son)