BEKASI (Bisnis Jakarta) – Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, didampingi Plt. Dirjen Perkeretaapian, Umiyatun Hayati meresmikan pengoperasian KRL lintas Bekasi Cikarang dan Stasiun Bekasi Timur, Sabtu (7/10). Peresmian pengoperasian KRL lintas Bekasi Cikarang dan Stasiun Bekasi Timur menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah dalam penyediaan prasarana transportasi massal yang handal, aman, dan nyaman.

Pengembangan jaringan dan peningkatan pelayanan di lintas Bekasi Cikarang ini, menurut Menhub, selain ditujukan untuk memperpanjang lintas pelayanan KRL dari Bekasi ke arah Cikarang juga ditujukan untuk memisahkan lintas utama kereta api jarak jauh dan menengah dari lintas angkutan kereta api commuter line Jabodetabek. Dengan demikian, frekuensi perjalanan KRL bertambah, kapasitas angkut juga meningkat.

Sementara Umiyatun mengatakan, pembangunan prasarana perkeretaapian lintas Bekasi Cikarang adalah hasil kerjasama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang melalui kontrak Paket B1 untuk pekerjaan Elektrifikasi lintas Bekasi Cikarang yang ditandatangam‘ pada tahun 2012, dengan nilai kontrak sebesar Rp 2,3 Triliun.

Ruang lingkup kontrak tersebut meliputi pembangunan drainage dan jembatan, penggantian rel dan bantalan, pekerjaan elektrifikasi seperti penggantian catenary di Manggarai dan pemasangan baru catenary lintas Bekasi Cikarang, pembangunan Stasiun Bekasi Timur, Stasiun Cibitung dan Stasiun Cikarang sisi selatan, dan penambahan empat substation atau gardu listrik aliran atas baru di Buaran, Cakung, Bekas Timur, dan Cikarang, Pekerjaan sinyal telkom berupa pergantian sistem persinyalan SSI menjadi K58 (Kyosan). Switch Over sistem persinyalan untuk tintas Cakung-Cikarang telah dilaksanakan pada 7 Juni 2017 dan untuk lintas Manggarai-Jatinegara telah dilaksanakan pada 30 September 2017 yang lalu.

Keunggulan dari sistem persinyalan ini, kata Umiyatun, adalah penggunaan redundant system 2out-of-Z sehingga akan meningkatkan kehandalan sistem persinyalan di Stasiun Manggarai dan Stasiun Jatinegara. Sistem persinyalan yang baru ini dapat melayani tingginya peningkatan frekuensi perjalanan kereta saat ini.

Pengoperasian KRL lintas Bekasi Cikarang ini adalah lintas pelayanan baru sepanjang 16,74 Km yang dapat ditempuh dalam waktu 21 menit. Frekuensi perjalanan kereta dijadwalkan sebanyak 32 KA per hari. Keberangkatan KRL pertama dari Stasiun Cikarang adalah pukul 05.05 WIB. Sedangkan kedatangan KRL terakhir di Stasiun Cikarang adalah pukul 23.45 WIB.

Untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan pengguna jasa KRL selama transisi naik dan turun penumpang, kata dia, Stasiun Bekasi Timur dan Stasiun Cibitung telah dilengkapi dengan fasilitas penunjang, antara lain, lahan parkir, peron sepanjang 270 meter yang dapat mengakomodir 1 rangkaian KRL dengan 12 kereta, Closed Circuit Television (CCTV) dan ticketing gate, lift yang diprioritaskan bagi lansia dan penyandang disabilitas, petunjuk informasi kereta bagi penumpang, petunjuk jalur masuk dan keluar stasiun, denah lay out stasiun, serta petunjuk jalur evakuasi.

Kementerian Perhubungan mengharapkan bantuan dan peran serta Pemerintah Daerah, dalam hal ini Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk integrasi antar moda di setiap stasiun pada lintas Bekasi Cikarang. Sehingga stasiun stasiun kereta api akan menjadi semakin mudah diakses oleh masyarakat.

Kementerian Perhubungan juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama merawat dan menjaga prasarana dan sarana perkeretaapian pada lintas Bekasi Cikarang ini agar manfaatnya dapat dirasakan hingga tahun-tahun mendatang.

Peresmian pengoperasian KRL lintas Bekasi Cikarang dan Stasmn Bekasi Timur dipastikan berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan mobilisaSI masyarakat Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan sekitarnya, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan sosial, memberikan pilihan moda transportasi masal yang aman, nyaman dan terjangkau bagi masyarakat dan mengurangi kemacetan akibat meningkatnya volume kendaraan. (son)