SINGARAJA (Bisnis Jakarta) – Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Gunung Agung Kabupaten Buleleng, Bali, fokus merelokasi pengungsi ke lokasi layak di sejumlah kecamatan di wilayah tersebut. “Kita akan pindahkan mereka ke tempat yang lebih layak. Fokus utama relokasi adalah gedung dan balai banjar,” kata anggota Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Gunung Agung, Made Arya Sukerta, Senin.

Ia mengatakan, permasalahan relokasi dinilai hal yang sangat mendesak karena di wilayah tersebut sudah akan memasuki musim hujan. Lokasi pengungsian di lapangan luas dinilai sangat tidak layak apabila hujan turun dalam intensitas tinggi.

Arya Sukerta menambahkan, sebelum melakukan relokasi, tim penanggulangan bencana Pemkab Buleleng melakukan survei terlebih dahulu ke sejumlah lokasi seperti gedung dan juga balai banjar/desa. Menurutnya, tempat relokasi harus memang sudah siap dihuni dan terjamin keadaan dan akses yang mudah untuk menyalurkan bantuan dan logistik.

Beberapa pengungsi sebelumnya telah direlokasi ke sejumlah lokasi seperti di wilayah Kecamatan Sukasada, Bondalem dan juga beberapa wilayah lain di kecamatan di luar Tejakula.

Sementara itu, BPBD Buleleng mencatat data pengungsi di wilayah tersebut yakni 15.359 jiwa yang tersebar di 10 desa di Kecamatan Tejakula, 2.574 jiwa tersebar di 13 desa di Kecamatan Kubutambahan, 532 jiwa tersebar di 14 desa di Kecamatan Sawan, serta 847 jiwa di 13 desa dan satu kelurahan di Kecamatan Sukasada. (grd/ant)