GMF Dukung Kesuksesan Operasional Penerbangan Haji

CENGKARENG (Bisnis Jakarta) – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF) anak usaha PT Garuda Indonesia membukukan On Time Performance (OTP) sebesar 96.94% selama periode penerbangan haji. Sebagai upaya mendukung Operasional Garuda Indonesia yang merupakan angkutan jamaah haji Indonesia, GMF juga memiliki misi untuk memberangkatkan serta memulangkan jemaah haji dengan tepat waktu dan menjamin penerbangan yang aman dan lancar juga terjamin factor keselamatannya.

Dalam acara Syukuran Penerbangan Haji 2017 di Bandara Soeta Tangerang, Senin (9/10), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan apresiasinya kepada Garuda Indonesia Group yang telah menjalankan penerbangan haji 2017 dengan sangat baik. ”Saya mengapresiasi Garuda Indonesia Group atas usaha terbaiknya dalam memberikan aspek Keselamatan, Keamanan dan Kenyamanan penerbangan. Hal ini sejalan dengan program Kementerian Perhubungan dalam meningkatkan keselamatan penerbangan,” kata Menhub.

Selain itu, pada selama penerbangan haji, GMF berhasil menjaga reliability pesawat sehingga tidak ada pesawat yang mengalami kondisi Aircraft On Ground (AOG) atau kondisi dimana pesawat tidak dapat terbang. OTP yang dicatatkan pun meningkat dari tahun 2016 sebesar 91,5 % menjadi 96,94%.

Direktur Line Operation GMF, Tazar Marta Kurniawan, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihakyang terkait atas suksesnya Operasional penerbangan haji 2017. ”Saya mengucapkan terima kasih kepada tim penerbangan haji dari Garuda Indonesia, Gapura dan tentunya GMF, atas koordinasi yang cukup intens, GMF dapat mendongkrak performa Garuda Indonesia melayani Jemaah haji,” tutur Tazar.

Proses pemberangkatan dan pemulangan yang memakan waktu tiga setengah bulan ini dimulai dari 28 Juli 2017 dan berakhir pada tanggal 6 September 2017 ini tidak mengalami kendala berarti. Hal ini merupakan hasil dari persiapan yang matang dan 74 orang engineer berkompetensi tinggi di sembilan embarkasi haji yang disiapkan GMF khusus untuk Operasional haji. Selain itu GMF juga membuat penjadwalan yang ketat termasuk jadwal penyehatan pesawat haji. Gangguan teknis pesawat selama operasi penerbangan haji, telah diantisipasi dengan menempatkan sparepart yang mungkin dibutuhkan bila terjadi ganguan di semua stasiun embarkasi,termasuk meminjam sparepart dari airline lain bila gangguan teknis itu terjadi diluar negeri.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama GMF lwan Joeniartojuga menyampaikan bahwa project penerbangan haji ini merupakan suatu komitmen bagi GMF dalam mewujudkan operasional excellence, sebagai MRO kelas dunia yang tidak hanya berkualltas namun juga berdaya saing tinggi. Hal ini juga menjadi bekal bagi GMF untuk menanamkan kepercayaan masyarakat luas untuk menanamkan sahamnya di GMF, di mana saat ini GMF tengah menghltung waktu sebelum resmi melantai di bursa pada 10 Oktober 2017. “Kami mencita-citakan keberlanjutan program nasional ini bukan hanya sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah namun juga komitmen dalam memberi pelayanan kepada pelanggan kami, dan pembuktian kinerja operasional kami terhadap publik,” tutup Iwan. (son)