TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Penyakit Tuberculosis (TB) merupakan penyakit menular langsung yang disebabkan kuman mycobacterium tuberculosis (M. tb). Untuk itu RSU Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berusaha melakukan penanganan pasien TB secara intensif dengan menyediakan poli klinik TB MDR (multi drug resistant). “Poli klinik ini diharapkan bisa membantu masyarakat yang terjangkit TB untuk dirawat dan disembuhkan karena, pengobatan pasien TB harus kontinyu sampai sembuh,” ungkap Kepala SMF Paru pada RSU Kota Tangsel dr. Dedi Nofizar, Sp.P.

TB merupakan penyakit yang dapat disembuhkan. Penderita TB yang masih sensitif dapat sembuh bila melakukan pengobatan dengan OAT secara lengkap dan teratur selama 6-8 bulan. ¬†Berdasarkan panduan WHO 2016 untuk penyembuhan pasien TB dengan resisten obat terdapat 2 panduan yang bisa digunakan. Panduan regimen terapi jangka pendek (short term regiment/STR) dengan kriteria tertentu dan panduan individual bagi pasien yang tidak bisa menjalani pengobatan dengan regimen jangka pendek “Pengobatan TB MDR direkomendasikan untuk semua pasien TB resisten rifampisin yang ditemukan awalnya tanpa memandang status resistansi INH,” imbuhnya.

Dedi menambahkan, penanganan TB-MDR di RSU Kota Tangsel merupakan program nasional dari kemenkes. Ini untuk mencegah makin bertambahnya kasus TB MDR, Kementerian Kesehatan memiliki program nasional berupa Managemen Terpadu Pengendalian TB Resisten Obat(MTPTRO)/ programmatic management of drug resistant TB (PMDT). Program tersebut menjabarkan analisis situasi, isu strategis, rumusan strategi, kegiatan, monitoring dan evaluasi upaya yang akan dilakukan Indonesia menghadapi tantangan TB MDR ke depan. “Tujuannya adalah mencegah terjadinya kasus TB MDR, pelayanan yang bermutu dan melaksanakan manajemen kasus TB MDR secara terstandarisasi sesuai dengan pedoman nasional,” pungkasnya. (nov)