PROGRAM MAGANG PERDANA - President Director of PT Berca Schindler Lifts Willis Phua (kiri) berfoto bersama Kepala BBPLK Bekasi Helmiaty Basri dan Direksi Central Cipta Murdaya Group Karuna Murdaya (kanan) usai penandatanganan kerja sama Program Magang Perdana antara Berca Schindler dan BBPLK Bekasi di Bekasi hari ini.

BEKASI (Bisnis Jakarta) – PT Berca Schindler Lifts meluncurkan program magang perdana yang dikembangkan bersama BBPLK (Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja) Bekasi, sebuah lembaga pelatihan kejuruan terkemuka di Indonesia. Program ini menggabungkan berbagai aspek pengembangan penting bagi para peserta magang. Program ini mencakup pelatihan berbasis kerja, kurikulum yang disesuaikan dengan jenis pekerjaan, sertifikasi yang diakui, serta peluang pengembangan karier yang jelas setelah mengikuti program magang.

DENGAR PENJELASAN –
Direktur Central Cipta Murdaya Group Karuna Murdaya (tengah) dan President Direktur PT Berca Schindler Lifts Willis Phua (kanan), mendengarkan penjelasan Kepala BBPLK Bekasi Helmiaty Basri, usai menandatangani pernyataan kehendak bersama (joint declaration of intent) tentang Program Magang Schindler dan BBPLK di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK), Bekasi, Jawa barat, Senin (9/10). Schindler, perusahaan lift dan eskalator, bekerjasama dengan BBPLK menyelenggarakan program magang yang mencakup pelatihan berbasis kerja dengan kurikulum yang disesuaikan dengan jenis pekerjaan, sertifikasi yang diakui, serta peluang pengembangan karier setelah magang.

Direksi Central Cipta Murdaya Group, Karuna Murdaya  bersama Presiden Direktur PT Berca Schindler Lifts, Willis Phua dan Kepala BBPLK Bekasi, Helmiati Basri menandatangani pernyataan kehendak bersama (joint declaration of intent) pada hari ini di BBPLK Bekasi, yang berlokasi di Bekasi Selatan.

Kurikulum program magang memfasilitasi para peserta dengan beragam keterampilan yang relevan dan khusus yang dibutuhkan di industri lift dan eskalator. Keterampilan-keterampilan ini meliputi aspek instalasi, pemeliharaan dan perbaikan lift dan eskalator. Para peserta magang juga memperoleh kesempatan kerja di seluruh bisnis operasional Schindler guna memberikan mereka pengalaman kerja yang nyata.

Schindler sebagai pemimpin di industri lift, mendukung peningkatan standar keselamatan dan kualitas industri lift di Indonesia. Schindler meluncurkan pusat pelatihan terbesarnya di Asia Tenggara di Puri Indah pada awal tahun ini dengan kapasitas yang mampu menampung berbagai pelatihan hingga 300 orang per tahun.

Program ini bertujuan untuk membangun fondasi yang kuat bagi banyak karyawan yang akan memulai karier mereka bersama Schindler sebagai teknisi dan berkembang menjadi pakar-pakar teknik masa depan.

“Schindler terkenal akan keamanan dan kualitas produk dari Swiss yang dihadirkan bagi para pelanggan kami. Program magang gabungan bersama BBPLK Bekasi ini akan menghasilkan sejumlah karyawan muda berbakat di bidang teknis industri lift. Hal ini pasti akan membantu para pemain lainnya di industri ini untuk mengimplementasikan dan meningkatkan standar keselamatan dan kualitas industri lift di Indonesia,” ungkap Willis Phua.

Sementara Kepala BBPLK Bekasi, Helmiaty Basri menambahkan, pihaknya sangat senang dapat mengembangkan suatu program yang praktis bersama pemimpin industri seperti Schindler. “Kami telah membantu menyesuaikan kurikulum dengan menyisipkan modul-modul dari disiplin ilmu kelistrikan, elektro dan mesin dari beragam kursus yang kami miliki guna memastikan bahwa para peserta magang dapat menerapkan apa yang mereka pelajari di ruang kelas langsung ke lingkungan kerja nyata,” ungkapnya.

Perekrutan peserta magang oleh Schindler dilakukan tiap tahun mulai dari bulan Maret hingga Mei, kemudian program akan dimulai pada bulan Juli setiap tahunnya. Para calon peserta yang ingin mengikuti program ini harus sudah menyelesaikan Sekolah Menengah Kejuruan di jurusan teknik mesin atau elektro.

Peserta magang yang lebih diutamakan adalah mereka yang baru saja lulus dan harus berkewarganegaraan Indonesia. Biaya program akan dibayarkan oleh perusahaan dan para peserta akan menerima uang saku bulanan selama program berlangsung. (grd)