Depok Buka Sayembara Desain Alun-alun Kota dengan Imbalan Rp100 Juta

DEPOK (Bisnis Jakarta) – Melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim), Pemerintah Kota Depok tengah berencana mematangkan pembangunan taman kota dan alun-alun di kawasan GDC Depok. Namum, terkait desain warga bisa terlibat langsung untuk mengikuti lomba dengan total hadiah mencapai Rp100 juta. Hal itu di katan Kepala Bidang Tata Bangunan Disrumkim Kota Depok, Dadan Rustandi yang juga menjelaskan bahwa nantinya pembangunan ditargetkan selesai tahun 2019. Dengan memiliki luas lahan 3,5 hektare, di Kecamatan Cilodong berkonsep konsep taman terpadu.

 “Untuk memenuhi ketersediaan RTH berupa taman kota dan alun-alun di Kota Depok, Disrumkim telah mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Sayembara Perancangan RTH (Taman Kota dan Alun-Alun) Kota Depok Tahun 2017, pada Senin (02/10),” kata Dadan, Selasa (10/10).

Lebih jauh dirinya menjelaskan, sayembara yang diadakan tersebut untuk menghasilkan gagasan kreatif dan komprehensif yang akan menjadi dasar perencanaan dan pembangunan RTH. Sayembara tersebut akan dibuka untuk masyarakat umum yang memiliki kemampuan di bidang perancangan atau memiliki latar belakang arsitek. Namun,  sayembara ini bukan untuk perorangan, tapi per kelompok.

 “Jadi, satu tim maksimal 3-5 orang, dengan model rancangan berbentuk 2 dimensi atau 3 dimensi, sekaligus dengan perkiraan biaya yang dibutuhkan. Sayembara sebagai sarana untuk mengajak warga dalam perancangan RTH, sehingga RTH sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kota Depok,” ujarnya.

Sayembara ini akan dibuka di akhir bulan Oktober 2017 melalui Badan Layanan Pengadaan (BLP) Kota Depok. Bagi pemenang sayembara tersebut disedikan hadiah total Rp 100 juta dengan rincian, juara I mendapat Rp 50 juta, juara II Rp 30 juta,  dan juara III Rp 20 juta. “Para peserta sayembara nantinya akan langsung dinilai oleh tim juri yang terdiri dari Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Depok, Kepala Disrumkim Kota Depok, Kepala Bapplitbangda Kota Depok, Ketua Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia (IALI) Provinsi Jawa Barat, Kepala Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia,” ujarnya.

Ia berharap dengan adanya RTH, mampu menampung aktivitas warga di Kota Depok yang beraneka ragam dari anak-anak hingga lansia, penyandang disabilitas, komunitas-komunitas kreatif, olah raga, dan lain-lain, serta dapat menjadi citra kota sesuai dengan visi, misi dan program unggulan Kota Depok. (jif)