Inflator Airbag Bermasalah Toyota Tarik Sejumlah Model

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Pemilik mobil di Indonesia perlu mewaspadai inflator airbag pada kendaraan mereka, seiring hasil investigasi berbagai pabrikan yang menunjukan potensi kendaraan yang terindentifikasi mempunyai inflator bermasalah terus bertambah. Untuk itu, pemilik mobil harus segera mencari informasi kepada perusahaan Agen Pemegang Merek (APM) atau dealer terdekat, apakah mobil milik mereka termasuk yang teridentifikasi punya masalah inflator atau tidak.

Saat ini, jumlah kendaraan yang terindikasi masalah tersebut di Indonesia sudah mencapai ratusan ribu unit yang berasal dari berbagai brand. Mobil yang terindentifikasi itu berasal dari berbagai model dan tahun pembuatan atau produksi.

Toyota sendiri dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Rabu (11/10) mengungkapkan, telah mengindentifikasi adanya potensi inflator bermasalah pada Alphard tahun produksi 2008-2012, NAV 1 tahun 2012, Camry tahun 2002-2004. Kemudian Corolla tahun 2001-2012, Vios 2006-2012 dan Yaris 2006-2012.

Kasus ini terungkap pada April 2013 ketika perusahaan komponen airbag Takata Corporation mengumumkan ditemukannya ada kesalahan pada inflator aibag produksi mereka. Kesalahan membuat adanya potensi pecahan logam yang menyebar yang bisa mengancam keselamatan penumpang atai pengendara kendaraan saat airbag pecah ketika terjadi tabrakan.

Sampai saat ini Takata belum menemukan penyebab pasti timbulnya masalah pada inflator airbag tersebut. Kenyataan ini kian meningkatkan risiko karena pabrikan juga kesulitan untuk menentukan secara pasti mobil produksi mereka yang menggunakan inflator bermasalah.

Masalah inflator yang pada awalnya diperkirakan hanya terjadi di Amerika Serikat, ternyata dalam investigasi yang dilakukan pabrikan maupun Takata, persoalan ini terus berkembang sehingga sudah menjadi masalah global yang harus dihadapi industri otomotif di berbagai belahan dunia.

Untuk diketahui, mobil-mobil menggunakan Takata Airbag System, diketahui terdapat masalah pada inflatornya. Airbag akan tetap mengembang ketika terjadi tabrakan, namun inflator di dalam airbag bisa ikut meledak sehingga serpihan logamnya menembus keluar airbag dan dapat melukai pengemudi atau penumpang. (son)