DEPOK (Bisnis Jakarta) – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok minta 20 mitra usaha,  menandatangani  Memorandum of Understanding (MoU) terkait perjanjanjian untuk memberikan fasilitas bagi anak yang memiliki Kartu Identitas Anak (KIA). Sehingga, anak pemilik KIA tak perlu ragu lagi untuk mendapat potongan harga saat berbelanja di toko yang telah meneken MoU tersebut.

Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna mengatakan, selain kerja sama untuk memberikan fasilitas keringanan pembayaran. Ia menyebut, mitra usaha juga meliputi berbagai sektor seperti pendidikan,  perbankan, kesehatan, dan pariwisata.

“Kerja sama ini dilakukan sebagai bentuk pemenuhan hak anak-anak di Kota Depok dan sebagai pemenuhan program Depok Kota Layak Anak serta dapat meningkatkan kesejahteraan melalui pelayanan publik,” ujarnya di Balai Kota Depok, Senin (16/10).

Ia berharap melalui kerja sama ini, semakin meningkatkan jumlah kepemilikan KIA bagi anak-anak di Kota Depok. Sebab, menurut Pradi, dengan KIA, anak-anak bisa memperoleh berbagai kemudahan dalam mendapatkan pelayanan-pelayanan publik. “Kita berharap dengan kerja sama ini, semakin banyak masyarakat yang antusias untuk membuat KIA dan bagi para mitra usaha untuk tetap berpegang teguh pada perjanjian kerja sama yang telah disepakati,” katanya.

Senada dengan itu,  Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok, Misbahul Munir mengatakan, saat ini dari jumlah 460.000 anak usia 0-17 tahun yang wajib memiliki KIA, sebanyak 58.000 anak tercatat telah memiliki KIA. Pemberian KIA tersebut akan terus ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan anggaran.

“Intinya kami siap untuk memberikan KIA kepada anak-anak, dan akan terus menggalang kerja sama dengan mitra kerja lainnya,” ungkapnya. (jif)