Yakinkan Wisman Bali Aman, Kemenpar Gandeng Perwakilan di Luar Negeri

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Kementerian Pariwisata menggandeng sejumlah perwakilan Indonesia di luar negeri untuk meyakinkan wisatawan mancanegara bahwa kondisi Bali sangat aman untuk dikunjungi. “Kita sudah berkoordinasi dengan 137 perwakilan Indonesia di luar negeri untuk memastikan bahwa Bali aman dikunjungi,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara (Deputi BP3M) Kemenpar IGde Pitana di Jakarta, Senin (16/10).

Pitana memastikan bencana Gunung Agung tidak mempengaruhui target kunjungan wisman tahun ini sebanyak 15 juta, atau harus menaikkan 3 juta dari capaian tahun 2016, di angka 12 juta. Target yang dipatok Presiden Jokowi ini dengan asumsi perolehan devisa sebesar US$ 14,9 miliar dan akan meningkat menjadi 20 juta wisman dengan perolehan devisa sebesar Rp 280 triliun pada 2019 mendatang. “Untuk mencapai target tersebut stategi pemasaran dan promosi pariwisata terus digencarkan, marketing strategi menggunakan pendekatan DOT (Destination, Original, dan Time), promotion strategy dengan BAS (Branding, Advertising, dan Selling), media strategy dengan pendekatan POSE terutama pada pasar utama di antaranya dengan berpartisipasi pada event pameran pariwisata internasional untuk mempromosikan Wonderful Indonesia,” kata Pitana.

Pitana menjelaskan, strategi pemasaran dengan pendekatan DOT itu akan difokuskan pada 10 Bali Baru yang 3A-nya sudah siap, Akses, Amenitas, Akses. Diantaranya adalah Great Jakarta; Great Bali; Great Kepri; Joglosemar (Yogyakarta, Solo, dan Semarang); Bunaken–Wakatobi Raja Ampat, Medan, Lombok, Makassar, Bandung, dan Banyuwangi.

Dalam kesempatan ini, Pitana dengan bangga menyampaikan hasil capaian kunjungan wisman sampai periode Agustus 2017. “Sampai periode Agustus 2017 data yang kami peroleh dari BPS adalah sebesar 9.245.589, jumlah ini naik secara signifikan sebesar 25,68% dibandingkan dengan capaian tahun 2016. Sedangkan untuk periode Agustus naik 36,11% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu” kata Pitana.

I Gde Pitana juga menjelaskan Top 5 capaian kunjungan wisman per pasar berbasis data yang diperoleh sampai Agustus 2017. “Tiongkok masih mendominasi kunjungan wisman sebesar 1.428.909 (naik 47.83%), diikuti Jepang sebesar 360.056 (naik 5.59%), Australia sebesar 804.912 (naik 1.73%), Malaysia sebesar 786.861 (naik 1.15%), dan Singapura sebesar 945.008 (naik 0.62%). “Untuk pertumbuhan kedatangan wisman berdasarkan pintu masuk, Bandara Juanda naik paling signifikan sebesar 37,52% dibandingkan dengan tahun 2016, diikuti Bandara Ngurah Rai sebesar 36,80%, Batam-Kepri sebesar 17,51%, danBandara Soekarno-Hatta (Soetta) sebesar 4,20%,” terang Pitana. (son)