Ajang Seni Budaya, Pasanggiri Rampak Sekar

RAMPAK SEKAR - Ratusan pelajar SD di Kota Bogor ikuti ajang Pasanggiri Rampak Sekar Tahun 2017, yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudyaan (Disparbud), Kota Bogor, di Gedung Kesenian Kemuning Gading, Kompleks Balaikota Bogor. Rabu, (18/10)

BOGOR (Bisnis Jakarta) – Ratusan pelajar yang merupakan perwakilan dari 23 Sekolah Dasar (SD) se-Kota Bogor mengikuti lomba ‘Pasanggiri Rampak Sekar’ tahun 2017 yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), di Gedung Kesenian Kemuning Gading, Jalan Kapten Muslihat, Kompleks Balaikota Bogor. Rabu (18/10).

Sekretaris Disparbud Kota Bogor, Hj. Reni Handayani mengatakan, lomba Rampak Sekar ini sengaja digelar dinasnya dalam rangka pembinaan kepada para genrasi muda khususnya pelajar di kotanya agar mencitai seni dan budaya sunda. “Ajang ini sudah rutin kami gelar setiap tahun,” kata Reni.

Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan tersebut yakni untuk upaya pembinaan, sekaligus ajang untuk menjaring potensi anak-anak di Kota Bogor yang memiliki kemampuan dan talenta di bidang seni, baik music,tari dan lagu-lagu sunda.

“Kami juga berharap agar para generasi muda di Bogor ini dapat terus mencintai dan melestarikan warisan budaya sunda. Apalagi saat ini perkembangan Rampak Sekar ini sudah mulai tumbuh dan meningkat,” ungkapnya.

Kepala Seksi Seni Tradisi, pada Disparbud Kota Bogor, Nana Supriyatna menambahkan, bahwa pihaknya mengundang 100 sekolah di kota Bogor untuk ikut berpartisipasi dalam ajang tersebut. Namun sayangnya karena tidak semuanya sekolah siap mengirim perwakilnnya panitia hanya menerima 23 sekolah yang bisa tampil di ajang itu. “Ada beberapa sekolah yang tidak siap itu disebabkan karena memang tidak memiliki guru seni dan alat seninya,” terangnya.

Untuk itu, Disparbud bersama dinas dan lembaga terkait akan terus berupaya mendorong agar kebutuhan akan guru seni budaya di kota Bogor tersebut secara bertahap dapat teratasi. “Tetapi adapula sekolah yang tidak punya guru seni, namun siswa/wi-nya tetap bersemangat untuk ikut ajang ini. Caranya sekolah itu bekerja sama dengan sanggar dengan mendatangkan seniman untuk membantu mengajarkan berbagai kesenian sunda di sekolahnya dalam program ekstra kulikuler sekolah atau lainnya,” jelasnya.

Untuk itu, ia berharap dukungan dari pihak sekolah, guru, para orang tua menjadi faktor terpenting dalam mendorong anak-anak lebih mencintai seni budayanya sendiri. “Kalau sekolah tidak mendukung, sekalipun di sekolah itu ada anak-anak yang mempunyai kemampuan mereka juga tidak akan bisa mengikuti lomba seperti ini. Dan itu banyak di Kota Bogor,” sesalnya. (bas)