YOGYAKARTA (Bisnis Jakarta) – Perusahaan asuransi jiwa PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) optimistis menutup tahun ini dengan pertumbuhan tinggi, jauh di atas pertumbuhan industri. Hal itu melihat kinerja memuaskan yang diraih sejak awal tahun. “Per kuartal tiga 2017, Sun Life meraih total pendapatan premi Rp 2,17 triliun. Angka itu tumbuh 121% dari Rp 987 miliar di periode yang sama 2016,” ungkap Presdir PT Sun Life Financial Indonesia Elin Waty di sela-sela acara Final Sprint 2017 di Yogyakarta, Rabu (18/10).

Elin menjelaskan, Final Sprint merupakan pertemuan tahunan untuk memotivasi dan menginspirasi tenaga pemasar dari jalur distribusi keagenan baik konvensional dan syariah, serta partnership distribution untuk meraih target pencapaian di akhir tahun.

Elin didampingi Chief Bancassurance Partnership Distribution Sun Life Danning Wikanti, Chief Agency Officer Sun Life Wirasto Koesdiantoro, dan Chief Agency Officer Syariah Sun Life Norman Nugraha. Acara itu diikuti 650 agen Sun Life dari seluruh Indonesia.

Elin mengatakan, pertumbuhan signifikan juga terjadi pada pendapatan premi baru (premi tahun pertama termasuk premi tunggal) sebesar Rp 1,42 triliun atau tumbuh 262% dari Rp 394 miliar pada kuartal tiga 2016. Seluruh pendapatan itu, 51% disumbang dari distribusi keagenan dan 49% dari partnership distribution.

Sepanjang tahun lalu, kata Elin, Sun Life meraih pendapatan premi Rp 1,6 triliun. Jika dibanding dengan perolehan hingga kuartal ketiga 2017, terjadi pertumbuhan lebih dari 25%. Namun, Elin enggan menjelaskan berapa angka target tahun ini yang dipatok di awal tahun. “Selama beberapa tahun ini, pertumbuhan kami memang selalu meningkat. Pertumbuhan kami itu jauh di atas industri,” tambah dia.

Sementara itu, Wirasto menambahkan, acara bertema Final Battle itu menghadirkan para pembicara terkemuka untuk meningkatkan motivasi para tenaga pemasar. Menurut dia, di industri asuransi jiwa, tenaga pemasar berperan penting sebagai ujung tombak yang berhadapan langsung dengan nasabah.

Sesuai komitmen perusahaan untuk menjadikan tenaga pemasar sebagai Most Respected Advisor (MRA) di industri, Sun Life secara berkelanjutan memotivasi serta memberikan pelatihan kepada tenaga pemasar dengan berfokus pada empat nilai utama MRA yaitu peduli, profesional, menginspirasi, dan unggul.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim menyatakan, pada semester pertama 2017 pendapatan premi industri asuransi jiwa nasional mencapai Rp 42,58 triliun. Jumlah itu meningkat 10 persen dari tahun sebelumnya. Sebanyak 30 persen di antaranya merupakan kontribusi jalur distribusi keagenan. Hendrisman berharap pertumbuhan industri asuransi jiwa bisa di atas 20 persen.

Luncurkan Kartu Agen

Bertepatan dengan Final Sprint 2017, Sun Life meluncurkan kartu anggota komunitas Brighter Gen untuk agen berusia di bawah 36 tahun dan Brighter Pro untuk agen berusia di atas 37 tahun. Brighter Gen dibentuk pada Oktober 2015 sebagai komunitas profesional untuk para agen berusia di bawah 36 tahun dengan tujuan menciptakan pemimpin masa depan agen asuransi di kalangan generasi muda.

Melalui Brighter Gen, tambah Elin, Sun Life berkesempatan merekrut dan mengembangkan potensi agen muda untuk memberikan kontribusi lebih besar bagi perusahaan. “Hingga kuartal tiga tahun 2017, jumlah anggota Brighter Gen berjumlah 2.428 orang. Sebanyak 35% anggota MDRT (Million Dollar Round Table) dari anggota Brighter Gen, dengan kontribusi bisnis pendapatan premi secara nasional terhadap perusahaan mencapai 51%,” ujar Elin. (son)