KUPANG (Bisnis Jakarta) – Untuk mendukung pengembangan pariwisata daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), PT Angkasa Pura I Cabang Bandara El Tari Kupang menginisiasi kegiatan focus group discussion (FGD) bertajuk Collaborative Destination Development (CDD) Kupang dan mendukung kegiatan Komodo Travel Mart (KTM), dengan topik “Collaboration to Improve Tourism Industry in East Nusa Tenggara”. Selain itu, demi meningkatkan trafik penumpang ke NTT, PT Angkasa Pura I juga memberikan insentif bagi maskapai yang membuka rute scheduled flight baru dari dan ke Kupang.

Kegiatan CDD merupakan tindak lanjut dari CDD Kupang yang pernah diselenggarakan pada Februari 2016 di mana dalam setiap penyelenggaraannya melibatkan perwakilan pemerintah setempat dari Dinas Pariwisata, Pemerintah Provinsi, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Association of Indonesian Tours and Travel Agent (ASITA), serta pelaku usaha di bidang pariwisata lainnya.

CDD merupakan forum kolaborasi berbagai pemangku kepentingan industri pariwisata di daerah yang diinisiasi oleh Angkasa Pura I sejak 2015. CDD bertujuan untuk mendukung pengembangan potensi pariwisata daerah di kawasan tengah dan timur Indonesia, sehingga sektor pariwisata dapat dijadikan sebagai motor pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sedangkan Komodo Travel Mart merupakan salah satu ajang tahunan ASITA dalam rangka mempertemukan para travel agent domestik dan internasional untuk dapat bekerja sama dan melakukan promosi paket perjalanan wisata di NTT. Untuk semakin meningkatkan dampak positif, ASITA dan Angkasa Pura I melakukan kolaborasi dengan menggabungkan acara CDD dan KTM. “Penggabungan penyelenggaraan kegiatan CDD dan Komodo Travel Mart merupakan tindak lanjut dari CDD tahun 2016 di mana kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan lembaga-lembaga pariwisata di NTT merupakan poin penting dalam pengembangan pariwisata. Dengan digabungkannya penyelenggaraan dua kegiatan ini, diharapkan dapat membantu para agen wisata domestik dan internasional untuk membawa lebih banyak wisatawan datang ke Nusa Tenggara Timur,” kata Dirut PT Angkasa Pura I Danang S. Baskoro.

Penyelenggaraan CDD pada Februari 2016 lalu secara tidak langsung memberikan dampak positif terhadap peningkatan jumlah wisatawan yang datang ke NTT. Hal ini ditunjukkan oleh pertumbuhan jumlah wisatawan secara drastis periode 2015-2016 sebesar 101% dari 441.316 wisatawan domestik dan internasional pada 2015 menjadi 889.833 wisatawan pada 2016.

Sementara pertumbuhan tahun sebelumnya hanya 11% yaitu 397.543 wisatawan pada 2014 menjadi 441.316 pada 2015. “Untuk menjaga pertumbuhan jumlah wisatawan yang tinggi ke NTT, Angkasa Pura I memberikan berbagai insentif kepada maskapai seperti penggratisan landing fee selama 6 bulan bagai maskapai yang membuka rute scheduled flight baru ke dan dari Kupang. Selain itu, maskapai juga mendapatkan free pemasangan spanduk selama satu bulan di bandara untuk kepentingan promosi mereka dan inaugurasi gratis di bandara,” ujar Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I Moch. Asrori.

Selain program untuk maskapai dalam rangka menstimulus peningkatan trafik penumpang, terdapat berbagai upaya lain terkait pelayanan terhadap wisatawan di bandara dan pengembangan bandara, khususnya di Bandara El Tari Kupang. Direktur Hubungan Internasional dan Pengembangan Usaha PT Angkasa Pura I Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengatakan bahwa pertumbuhan jumlah wisatawan tersebut didukung oleh beberapa upaya terkait pariwisata yang dilakukan oleh Bandara El Tari Kupang seperti penyelenggaraan thematic events di bandara sesuai dengan calendar events pariwisata di NTT, penyediaan Tourist Information Center di bandara, penyiapan terminal internasional untuk persiapan penerbangan internasional Kupang-Dili, penyelenggaraan wisata budaya bekerja sama dengan Dinas Pariwisata, dan penambahan flightoleh maskapai Lion Air, Wings, dan Transnusa.

Selain itu, untuk mendukung kenyamanan wisatawan di bandara, juga dilakukan beautifikasi terminal di bandara dan perubahan commercial space plan, penambahan tenant yang memiliki merek terkenal, penambahan bangunan atau gedung untuk Ekspedisi Muatan Pesawat Udara atau EMPU, dan perencanaan pembangunan dan perluasan Bandara El Tari,” ujar Sardjono Jhony.

Dengan kolaborasi yang baik antara operator bandara, maskapai penerbangan, agen wisata, dan pemerintah daerah, diharapkan pengembangan industri pariwisata NTT akan terakselerasi lebih cepat sehingga berdampak positif terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi NTT. (son)