Capai 1200 Ton Perhari, Warga Diminta Memilah Sampah

DEPOK (Bisnis Jakarta) -Selain untuk mempertahankan Kota Depok kembali meraih piala Adipura, warga Depok diimbau sudah saatnya memulai untuk memilah sampahnya sendiri sebelum dibuang, guna mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Etty Suryahati menjelaskan jumlah sampah yang masuk ke TPA Cipayung setiap harinya telah mencapai 1200 ton. Menurutnya jika tak ada kesadaran bersama, maka dapat dipastikan TPA bakal tidak tertampung atau overload. “Seandainya warga rutin melakukan pemilahan sampah dan sampah yang masuk ke TPA Cipayung hanya residu, sudah dipastikan akan mengurangi volume sampah yang setiap harinya,” ujar Kepala DLHK Kota Depok, di Balai Kota, Senin (23/10).

Pihaknya juga menjelaskan, bahwa sampah organik  memiliki beban yang lebih berat dibandingkan sampah anorganik. Sehinhga jika pemilahan intensif dilakukan, keberadaan sampah organik bisa dimanfaatkan khususnya untuk budidaya maggot ataupun pupuk. Sedangkan sampah anorganik biasanya dapat didaur ulang menjadi kerajinan tangan yang bernilai ekonomis.

 “Sampah organik memiliki beban yang lebih berat, karena nanti saat truk operasional sampah kita masuk ke Nambo, Bogor, akan ditimbang. Jika masyarakat bisa memilah secara berkelanjutan, maka mengurangi beban sampah yang diangkut dan masuk ke Nambo,” ujarnya.

Iya menilai untuk mewujudkan Depok menjadi kota yang bebas sampah atau Zero Waste City, bukan pekerjaan mudah. Untuk itu, pihaknya mengaku tengah mengubah paradigma warga agar mau memilah sampah. Mengingat bertambahnya penduduk, maka jumlah sampahnya diyakini akan meningkat pula.

 “Mulai biasakan untuk memilah sampah sebagai wujud kepedulian lingkungan, serta untuk menyukseskan program unggulan Kota Depok yaitu Zero Waste City,” jelasnya. (jif)