TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Pembongkaran bangunan yang telah dibebaskan untuk proyek tol serpong cinere, Senin (23/10) diwarnai isak haru dari warga sekitar. Pasalnya sebagian warga yang digusur hingga kini belum mengosongkan rumah karena belum mendapatkan rumah tinggal pengganti. “Ya sedih rasanya, karena sudah puluhan tahun kami tinggal di sini. Mana rumah tinggal pengganti belum bisa ditempati,” ungkap salah seorang warga komplek Griya Azzahra, Titi.

Senada dengan Titi, warga lainnya, Ati mengaku dengan adanya buldozer yang sudah menghancurkan sebagian rumah di kompleknya membuat dirinya makin tak nyaman. Tapi karena rumah tinggal pengganti belum selesai, mau tak mau dirinya harus bertahan. “Rasanya seperti diusir saja sudah ada buldozer disini, dan menghancurkan rumah kanan kiri,” keluhnya.

Sebelumnya, petugas memberikan waktu satu bulan kepada warga Azzahra untuk mengosongkan rumah. Hal ini lantaran terjadinya miss komunikasi di mana warga menunggu surat resmi dari PU untuk pengosongan rumah. “Waktu itu kami dijanjikan ada surat pengosongan secara resmi. Tapi tidak ada surat datang tiba-tiba saja rumah mau dibuldozer. Kami tau memang rumah ini sudah bukan hak kami lagi, tapi ya jangan sewenang-wenang juga,” ujar warga lainnya, Mula.

Setelah terjadi perundingan akhirnya petugas memberikan waktu sekitar satu bulan kepada warga untuk mempersiapkan diri mengosongkan rumah. (nov)