JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Indonesia masih menyisakan penyelenggaraan 20 kejuaraan uji coba Asian Games 2018 pada November hingga awal Desember 2017 menyusul delapan kejuaraan uji coba yang telah digelar sejak Juli 2017.

“Penyelenggaraan kejuaraan uji coba pada November akan padat dengan 15 hingga 20 kejuaraan uji coba Asian Games karena pada 10 Desember semua penyelenggaraan kejuaraan uji coba mandiri sudah harus selesai,” kata Wakil Deputi I Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) Djoko Pramono selepas pembukaan kejuaraan uji coba cabang gulat Asian Games di GOR Ciracas Jakarta Timur, Selasa.

Djoko mengatakan penyelenggaraan kejuaraan uji coba Asian Games 2018 dibutuhkan untuk mengevaluasi kesiapan arena pertandingan, panitia dan manajemen penyelenggaraan, serta regulasi pertandingan.

“Terdapat dua kelompok kejuaraan uji coba, pertama kelompok uji coba untuk 10 cabang olahraga dan kedua kelompok uji coba untuk cabang-cabang olahraga lainnya,” kata Djoko.

Penyelenggaraan kejuaraan uji coba selain 10 cabang olahraga itu berlangsung sejak Juli hingga awal Desember 2017 dan diperbolehkan menggunakan arena pertandingan di luar arena resmi Asian Games. Sedangkan kelompok kejuaraan uji coba 10 cabang olahraga dijadwalkan berlangsung di komplek Gelora Bung Karno Jakarta, pada Februari 2018.

“Saat ini, kelompok uji coba 10 cabang olahraga menjadi sembilan cabang olahraga karena cabang bulu tangkis menggelar kejuaraan uji coba mundur. Cabang bulu tangkis telah ada kejuaraan tingkat Asia pada Januari,” kata Djoko.

Sejumlah cabang olahraga yang dijadwalkan menggelar kejuaraan uji coba Asian Games pada November-Desember adalah sepak takraw, menembak, hoki, karate, kabaddi, dan bridge.

Sementara, cabang-cabang olahraga yang telah menggelar kejuaraan uji coba Asian Games secara mandiri sejak Juli adalah triatlon, paralayang, handball, panjat tebing, squash, berkuda, voli pantai, dan judo. (grd/ant)