NEW YORK (Bisnis Jakarta) – Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena perhatian pasar beralih ke siapa yang akan menjadi ketua Federal Reserve AS berikutnya. Para investor terus mencermati kandidat posisi ketua Fed berikutnya, saat jabatan Ketua Fed Janet Yellen berakhir pada Februari tahun depan.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Senin (23/10) bahwa dia akan membuat pilihannya tentang posisi itu “tak lama lagi” dan menimbang daftar pendek tiga sampai lima orang: Janet Yellen, Gubernur Fed Jerome Powell, ekonom Stanford University John Taylor, mantan gubernur Fed Kevin Warsh, dan Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih Gary Cohn.

Media lokal melaporkan bahwa Powell dan Taylor adalah kandidat terdepan untuk jabatan ketua Fed. Para analis mengatakan rumor tersebut telah memicu beberapa penjualan dan pembelian, pada persepsi tentang siapa yang mungkin lebih “dovish” atau lebih “hawkish”.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,04 persen menjadi 93,969 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1759 dolar AS dari 1,1734 dolar AS dan pound Inggris turun menjadi 1,3121 dolar AS dari 1,3199 dolar AS. Dolar Australia juga turun menjadi 0,7775 dolar AS dari 0,7800 dolar AS.

Dolar AS dibeli 113,86 yen Jepang, lebih tinggi dari 113,74 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9907 franc Swiss dari 0,9868 franc Swiss, dan naik tipis menjadi 1,2685 dolar Kanada dari 1,2651 dolar Kanada. (grd/ant)