JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Dampak dari kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan berpengaruh terhadap perekonomian nasional. Tingginya kerugian ekonomi akibat dari kecelakaan lalu lintas berkontribusi menurunkan angka PDB sebesar 2,9 3,1% atau setara dengan kerugian ekonomi sebesar Rp.220 Triliun. Demikian kesimpulan sebuah diskusi Indonesia Road Safety Award (IRSA) di Jakarta, Rabu (25/10).

Berdasarkan data Polri, fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun lalu mencapai 25.869 jiwa, mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 24.336 jiwa namun menurun cukup signifikan dibandingkan tahun 2014 sebanyak 28.297 jiwa.

Salah satu faktor penyebab tingginya angka kecelakaan lalu lintas adalah peningkatan pertumbuhan kendaraan pribadi terutama sepeda motor. Tingginya laju pertumbuhan kendaraan pribadi terutama di perkotaan seperti DKI Jakarta tidak dapat dicegah, dan kenaikannya dapat mencapai 12% per tahun. Sedangkan jenis kendaraan pribadi yang mengalami kecelakaan lalu lintas didominasi oleh kendaraan roda dua yang mencapai angka 72%.

Kerugian materi yang dialami oleh korban kecelakaan pada tahun 2014 mencapai lebih dari 250 milyar. Dari sisi kesejahteraan, 62% korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas mengaiami penurunan kesejahteraan dan 20 % korban luka berat akibat kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan kesejahteraan.

Direktur Transportasi Kementerian PPN/Bappenas lkhwan Hakim mengatakan, pencapaian target nasional untuk penurunan korban akibat kecelakaan tidak dapat dilaksanakan hanya oleh kementerian atau lembaga di tingkat pusat saja, tetapi juga harus didukung oleh seluruh pemerintah daerah, pihak swasta serta masyarakat. Oleh sebab itu, Bappenas mendukung sepenuhnya pelaksanaan IRSA sebagai bentuk kemitraan dengan pihak swasta untuk mendorong keselamatan lalu lintas angkuta jalam di daerah melalui kompetisi dan saling belajar antar daerah.

Ajang IRSA itu sendiri merupakan wujud apresiasi kepada kota dan kabupaten terbaik dalam hal penerapan tata kelola keselamatan jalan. “IRSA merupakan rangkaian dari program corporate social responsibility Adira Insurance yang bertajuk kampanye I Wanna Get Home Safely,” katanya.

Dirut Adira Insurance Indra Baruna mengungkapkan, sharing session ini merupakan bagian dari perjalanan penyelenggaraan IRSA sejak dua tahun lalu. “Tentunya kami sangat antusias dapat menyediakan forum untuk mempertemukan pemerintah kota dan kabupaten finalis dengan instansi terkait sehingga hasil dari forum ini dapat dijadikan referensi untuk menerapkan sistem tata kelola keselamatan jalan yang baik di wilayahnya,” paparnya.

Dengan adanya sharing session ini, kata Indra, menjadikan IRSA yang tidak hanya sekedar penghargaan melainkan mampu merangkul berbagai pihak untuk saling bersinergi mewujudkan zero accident di Indonesia.

Selama penyelenggaraannya, IRSA telah bekerja sama dengan 5 pilar keselamatan LLAJ, diantaranya Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Kepolisian dan Kementerian Kesehatan. Kolaborasi ini merupakan langkah positif sebagai bentuk sinergi berbagai pihak untuk bersama-sama mendorong pelaksanaan penerapan tata kelola keselamatan jalan yang baik di I ndonesia,” paparnya. (son)