JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, ditutup melanjutkan penguatan menembus level 6.000 poin sekaligus mencatatkan rekor baru pada tahun ini. IHSG BEI ditutup menguat 73,35 poin atau 1,23 persen menjadi 6.025,43, sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 11,79 poin (1,19 persen) menjadi 995,93.

IHSG ditutup mencetak rekor tertinggi setelah investor optimistis terhadap saham-saham sektor konstruksi dan produsen semen yagng meningkat, kata analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, penguatan saham-saham sektor itu seiring dengan disetujuinya Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2018 untuk disahkan menjadi undang-undang (UU) yang di antaranya mencakup belanja negara Rp2.220,7 triliun.

Selain itu, lanjut dia, perkiraan produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2018 yang dipatok tumbuh 5,4 persen menambah sentimen positif bagi pasar saham domestik. Di tengah sentimen yang positif itu, dia menambahkan bahwa investor asing pun turut melakukan aksi beli.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia pada hari Rabu, investor asing mencatatkan beli bersih atau foreign net buy di pasar reguler sebesar Rp114,93 miliar. Kendati demikian, dia mengatakan bahwa setelah IHSG berhasil mencatatkan level tertingginya,secara teknikal IHSG akan masuk dalam area jenuh beli sehingga probabilitas terkoreksi cukup tinggi.

Sementara itu, tercatat frekuensi perdagangan sebanyak 350.318 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 9,155 miliar lembar saham senilai Rp8,518 triliun. Sebanyak 206 saham naik, 136 saham menurun, dan 123 saham tidak bergerak nilainya atau stagnan.

Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei turun 97,55 poin (0,45 persen) ke 21.707,62, indeks Hang Seng menguat 147,92 poin (0,53 persen) ke 28.302,89, dan Straits Times menguat 8,09 poin (0,24 persen) ke posisi 3.342,76. (grd/ant)