BERI SAMBUTAN - Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara saat memberikan sambutan dalam Wisuda Magister, Sarjana Ahli Madya Universitas dan Akademi Sekretari Universitas Budi Luhur di Jakarta Convention Centre (JCC), Rabu (25/10).

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Lulusan Universitas Budi Luhur diharapkan bisa menjadi pemnain di era digital dengan menjadi start up di dunia digital, bukan hanya pemakai. Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara dalam sambutannya berharap, masyarakat bersiap karena di 2030 Indonesia akan menjadi negara dengan usia penduduk produktif yang paling banyak di Asia. “Kangan mudah terprovokasi dan men-share yang belum tentu kebenarannya,” pintanya.

Pemerintah, tambahnya, sudah menyiapkan Palapa Ring untuk menyatukan seluruh Indonesia agar bisa terkoneksi internet, sehingga dunia digital menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Universitas Budi Luhur mewisuda 1.306 Wisudawan Magister, Sarjana Ahli Madya Universitas dan Akademi Sekretari Universitas Budi Luhur di Jakarta Convention Centre (JCC), Rabu (25/10/2017).

Rektor Universitas Budi Luhur Prof. Dr. sc. agr. Ir. Didik Sulistyanto mengatakan, pihaknya mengajak para wisudawan/wWisudawati dengan kecerdasan yang berbudi luhur meningkatkan kreativitas, inovasi, dan entrepreneurship untuk membangun negeri, mensejahterakan, serta mewujudkan kejayaan bangsa dan negara serta agama.

Ia meminta para lulusan menyiapkan diri secara maksimal agar hasil pendidikan selama di Universitas Budi Luhur, merupakan gemblengan di Kampus Biru untuk melanjutkan karir dan kesuksesan di dunia luar kampus yaitu dunia nyata dan dunia kerja, sehingga momentum setelah hari ini bukanlah alasan bagi Saudara untuk bersantai.

Universitas Budi Luhur yang dirintis pada 1979 dengan menjadi pelopor dalam memasyaratkan ilmu bidang komputer, telah mengabdikan kemampuannya dalam duni pendidikan secara konsisten dan berkelanjutan, yang dijiwai dengan semangat dalam mengemban tugas mencerdaskan dan mengasah kebudiluhuran budi bangsa generasi muda yang akan menjadi pimpinan kelak. Sesuai dengan filosofi oleh Pendiri Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Bapak Drs. Djaetun, HS., “Cerdas Berbudi Luhur adalah dua hal yang tidak terpisahkan, karena kecerdasan tanpa dilandasi keluhuran budi akan cenderung digunakan untuk membodohi dan mencelakakan orang lain, sebaiknya berbudi luhur tanpa diimbangi kecerdasan akan merupakan sasaran kejahatan dan penindasan orang lain,” tambahnya.

Sebagai Rektor Universitas Budi Luhur, Didik Sulistyanto mengakui dirinya berkewajiban untuk menjadikan universitas unggul dengan standar mutu tertinggi dalam akreditasi lembaga, ranking pendidikan tinggi nasional dan dunia mendatang untuk mencapai tujuan strategis.

“Saya tidak bisa berdiri sendiri dan harus melibatkan civitas akademika, baik mahasiswa, karyawan dan dosen Universitas Budi Luhur tercinta dengan mengoptimalkan peran serta mahasiswa dan dosen Tridharma Perguruan Tinggi yang meliputi dharma pendidikan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dan Universitas Budi Luhur berkomitmen untuk meningkatkan peran serta mahasiswa dan dosen dalam dharma kedua yaitu penelitian sebagai core kami,” urainya.

Penelitian diakui Didik Sulistyanto merupakan core untuk menjadikan universitas unggul dengan standar mutu tertinggi sesuai dengan tujuan strategis Renstra Universitas Budi Luhur 2017-2021 dengan mengedepankan kreatifitas dan inovasi dengan mengoptimalkan dukungan teknologi informasi dan komunikasi.

“Menjadi manusia yang bermanfaat bagi kebahagiaan orang lain, hal ini penting dan paling indah adalah dengan melihat seseorang bahagia, dan yang lebih indah adalah, mengetahui alasan di balik kebahagiaan itu,” tuturnya.

Didik Sulistyanto juga mengatakan peran dan fungsi perguruan tinggi khususnya Universitas Budi Luhur dengan visi menjadikan perguruan tinggi unggul yang dilandasi kecerdasan dan kebudiluhuran, pengembangan dan peningkatan terus-menerus kami lakukan, dengan tetap berpegang pada prinsip; jujur, berintegrasi, dan taat azas.

Kinerja Universitas Budi Luhur, imbuhnya,  meningkat pada bidang Pengabdian kepada Masyarakat masuk Kluster Sangat Bagus sama dengan PTN besar lainnya di Ranking Nasional peringkat 64, kinerja Penelitian dan Publikasi UBL masuk peringkat 128-129 Nasional dari 3.244 PTS dan PTS se Indonesia. Dan Standar Perguruan Tinggi, SPMI UBL sudah terselesaikan dengan baik.

“Kegiatan yang telah dilaksanakan Universitas Budi Luhur dalam rangka merealisasikan visi dan Misi sesuai dengan RENSTRA tahun 2017-2021, meliputi Kinerja Universitas Budi Luhur meningkat pada bidang Pengabdian kepada Masyarakat masuk Kluster Sangat Bagus sama dengan PTN besar lainnya di Ranking Nasional peringkat 64,  sedangkan kegiatan yang telah kami laksanakan sesuai dengan Visi dan Misi RENSTRA 2017-2021,” kata Didik Sulistyanto.

Pada kesempatan itu, Ketua Pengurus Yayasan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro MBA memberikan cinderamata sebagai apresiasi kepada mahasiswa yang berprestasi. (grd)