ilustrasi

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Presiden Joko Widodo berharap tembusnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) di level 6.000 poin bisa mendorong sektor riil. “Kita harapkan uang itu, dana itu tidak muncul di portofolio saja, tapi bisa masuk ke sektor-sektor riil, utamanya usaha kecil, usaha menengah, bisa ikut menikmati dari kenaikan IHSG yang ada,” kata Presiden usai acara peresmian pembukaan rapat kerja nasional (Rakernas) Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) tahun 2017 yang diselenggarakan di Jakarta International Expo (JI-EXPO) Kemayoran, Jakarta, Kamis.

Presiden berharap kenaikan IHSG ini tidak hanya sementara, namun bisa berlanjut hingga level yang lebih tinggi lagi. “IHSG tembus batas psikologis 6.000, semoga naik terus,” harap Presiden.

Pada penutupan perdagangan saham di BEI pada Rabu (25/10), IHSG ditutup menguat 73,35 poin atau 1,23 persen menjadi 6.025,43, sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 11,79 poin (1,19 persen) menjadi 995,93.

IHSG ditutup mencetak rekor tertinggi setelah investor optimistis terhadap saham-saham sektor konstruksi dan produsen semen yagng meningkat, kata analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, penguatan saham-saham sektor itu seiring dengan disetujuinya Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2018 untuk disahkan menjadi undang-undang (UU) yang di antaranya mencakup belanja negara Rp2.220,7 triliun.

Selain itu, lanjut dia, perkiraan produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2018 yang dipatok tumbuh 5,4 persen menambah sentimen positif bagi pasar saham domestik. (grd/ant)