MAKASSAR (Bisnis Jakarta) – Kementerian Perhubungan meluncurkan 1 (satu) unit kapal kontainer tipe 100 TEUs di Galangan Kapal PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Makassar, Minggu, (29/10). Kapal Kontainer yang diberi nama KM Kendhaga Nusantara 11 diluncurkan secara resmi oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Bay M Hasani, dengan disaksikan oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo dan para stakeholder transportasi laut di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

Peluncuran kapal ini merupakan tindak lanjut penandatanganan kontrak pembangunan kapal kontainer pada tahun 2015 lalu, dan pada saat peluncuran ini pembangunan kapal telah mencapai sekitar 70 %. Kapal dimaksud dibangun dengan menggunakan biaya APBN secara multi years dengan nilai anggaran sebesar kurang lebih Rp 113,34 Miliar.

Dalam sambutannya Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Bay M Hasani mengatakan bahwa dalam kurun waktu tahun 2015 s.d. 2017, dalam rangka mendukung program pemerintah Jokowi-JK yaitu mewujudkan Program Tol Laut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan telah memesan 15 unit kapal kontainer yang dibangun di beberapa galangan kapal di Indonesia, 2 (dua) unit diantaranya dibangun di Galangan Kapal PT. IKI Makassar. Dan peluncuran kapal kontainer di Galangan Kapal PT. IKI Makassar ini merupakan yang ke dua kalinya setelah sebelumnya pada bulan Agustus 2017 lalu juga telah diluncurkan kapal dengan tipe yang sama. “Pemerintah terus berupaya meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana transportasi laut sebagai wujud komitmen Kementerian Perhubungan untuk terus mendukung perwujudan program tol laut serta meningkatkan kualitas pelayanan transportasi kepada masyarakat,” jelas Bay.

Menurut Bay, keterhubungan antara pulau dalam upaya meningkatkan konektivitas dan mempercepat pembangunan daerah di pulau-pulau terpencil menjadi perhatian khusus pemerintah. Karena itulah dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai seperti tersedianya kapal dan fasilitas pelabuhan lainnya yang memadai. “Pembangunan kapal yang saat ini sedang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan adalah dalam rangka mewujudkan tol laut untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional dan menjamin konektivitas antar pulau di daereh terpencil guna menjamin tumbuhnya pusat-pusat perdagangan dan industri serta pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut,” kata Bay.

Bay juga mengatakan bahwa dengan bertambahnya kapal kontainer ini, ke depan diharapkan dapat membuat keberadaan barang di suatu wilayah menjadi lebih pasti.

Kepastian kedatangan kapal dengan barang tentunya akan menjamin stabilitas harga barang di wilayah tersebut sehingga mengurangi kesenjangan atau disparitas harga yang selama ini masih terjadi khususnya di wilayah Timur Indonesia. “Jika program pembangunan kapal kontainer ini berjalan sesuai harapan, dan pada rute-rute tertentu tingkat keterisian kontainer diatas rata-rata, maka secara perlahan subsidi yang diberikan akan dikurangi, sampai kapal yang beroperasi di rute tersebut untung,” kata Bay Hasani.

Pada kesempatan tersebut, Bay Hasani juga mengatakan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk terus membangun dan menyiapkan sarana dan prasarana di sektor transportasi laut, di antaranya dengan membangun kapal dan pelabuhan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat guna mendukung pelaksanaan program tol laut serta meningkatkan pertumbuhan perekonomian di suatu wilayah sehingga menjadi lebih berkembang dan mandiri. (son)