Dolar AS Melemah Akibat Aksi Ambil Untung

NEW YORK (Bisnis Jakarta) – Kurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena para investor melakukan ambil untuk menyusul kenaikan baru-baru ini.

Dolar AS memiliki minggu terbaik tahun ini pada pekan lalu, yang mendorong para pedagang menjual greenback dan mengambil keuntungan tersebut, kata para analis. Sementara itu, para investor terus mencerna data ekonomi positif negara tersebut.

Produk Domestik Bruto (PDB) AS meningkat pada tingkat tahunan 3,0 persen pada kuartal ketiga 2017, mengalahkan konsensus pasar sebesar 2,5 persen, menurut perkiraan awal yang dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan pada Jumat (27/10). Pada kuartal kedua, PDB riil meningkat 3,1 persen.

Kenaikan PDB riil pada kuartal ketiga mencerminkan kontribusi positif dari pengeluaran konsumsi pribadi, investasi persediaan swasta, investasi tetap non residensial, ekspor, dan pengeluaran pemerintah federal, kata departemen tersebut.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,33 persen menjadi 94,602 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik ke 1,1633 dolar AS dari 1,1596 dolar AS, dan pound Inggris meningkat menjadi 1,3197 dolar AS dari 1,3125 dolar AS. Dolar Australia meningkat menjadi 0,7678 dolar AS dari 0,7667 dolar AS.

Dolar AS dibeli 113,17 yen Jepang, lebih rendah dari 113,84 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9953 franc Swiss dari 0,9986 franc Swiss, dan turun tipis menjadi 1,2838 dolar Kanada dari 1.2861 dolar Kanada. (grd/ant)