MATARAM (Bisnis Jakarta) – Dua jenazah terduga teroris asal Bima, Nusa Tenggara Barat, yang tewas dalam kontak tembak dengan Tim Detasemen Khusus 88/Antiteror dibantu anggota kepolisian setempat, tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram, pada Selasa pagi.

Kedua jenazah yang saat ini telah berada di ruang autopsi RS Bhayangkara Mataram itu, tiba pada Selasa, pukul 06.15 Wita, dengan pengawalan ketat Tim Satbrimobda Polda NTB.

“Kita sudah hubungi pihak keluarganya dan sekarang masih dalam perjalanan ke sini,” kata Wakapolda NTB Kombes Pol Tajuddin usai melihat kedua jenazah itu di RS Bhayangkara Mataram, Selasa.

Terkait dengan identitas keduanya, Tajuddin belum mengungkapkan secara detail. Namun, dia memastikan identitas keduanya sudah dikantongi oleh anggota, termasuk identitas rekannya yang diketahui kabur usai kontak tembak.

“Untuk identitasnya sudah ada, termasuk kelompoknya. Sekarang anggota masih di lapangan melakukan pengejaran,” ujarnya.

Kontak tembak antara aparat dengan kelompok teroris itu, terjadi pada Senin (30/10), pukul 09.50 Wita, di Gunung Ritu Asa Kota, Desa Mawu Rite, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima. Akibat kontak tembak tersebut, dua anggota dari kelompok teroris asal Bima, dinyatakan tewas.

Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, identitas dua terduga teroris yang tewas dalam kontak tembak itu adalah Muhammad Amirullah alias One Dance (37) dan Rahmad Fadhlidzil Jalal alias Yaman (27). (grd/ant)