JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Tahun 2018, Kementerian Koperasi dan UKM akan meningkatkan kerjasama sinergi pelatihan kewirausahaan dengan IBM internasional di seluruh Indonesia. “Tahun depan, kerjasama sinergi program dengan IBM akan kita lebih difokuskan. Diantaranya, fokus tujuan dan fokus program. Sinergi itu akan kita jadikan sebagai base practice yang akan diterapkan di daerah-daerah,” kata Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM Prakoso BS usai menerima kunjungan Corporate Affairs Manager IBM for Asia Pacific and Greather China David Raper dan Country Manager CCCA IBM Indonesia Santi Diansari Hargianto di Jakarta, Senin (30/10).

Prakoso menjelaskan bahwa selama ini pihaknya sudah banyak melakukan kerjasama program pelatihan dan bantuan wirausaha pemula melalui dana CSR IBM untuk pengembangan kewirausahaan di Indonesia, bagi masyarakat dan mahasiswa. “IBM tertarik untuk meningkatkan kerjasama program dengan Kemenkop dan UKM karena kita memiliki program kongkrit pengembangan kewirausahaan, yaitu program bantuan kewirausahaan bagi wirausaha pemula atau WP. Kita selalu meminta IBM untuk menseleksi peserta pelatihan untuk mendapatkan sertifikasi pelatihan dari Kemenkop dan UKM untuk selanjutnya berkesempatan mengakses program bantuan wirausaha pemula,” jelas Prakoso.

Bagi IBM, lanjut Prakoso, program WP merupakan program kongkrit dalam mengembangkan kewirausahaan di Indonesia. “Dalam setiap pelatihan kewirausahaan IBM bersama Kemenkop dan UKM, kita selalu seleksi pelaku usaha mikro untuk mendapatkan program WP dari Kemenkop dan UKM”, imbuh Prakoso.

Selain itu, Prakoso juga mengungkapkan, pihak IBM sangat tertarik untuk mengembangkan aplikasi Laporan Akuntansi Untuk Usaha Mikro (Lamikro), khususnya bagi kalangan usaha mikro penyandang disabilitas. “Saat mengadakan program pelatihan tahun 2018 di Solo beberapa waktu lalu, IBM Inggris, Jerman, India, dan Pakistan, India, Amerika Serikat, Nigeria, mengakui pentingnya aplikasi Lamikro untuk diterapkan bagi penyandang disabilitas di Indonesia,” kata Prakoso.

Dalam kesempatan yang sama, David Raper menjelaskan, untuk fokus pelatihan kewirausahaan tahun depan, telah dipilih 3 kota sebagai Pilot Project. Yaitu, Surabaya, Makassar, dan Kulon Progo. Kemenkop dan UKM menginginkan adanya fokus sinergi kegiatan dan disepakati di tiga kota tersebut. ‘Di Surabaya, IBM kerjasama dengan Pemkot Surabaya akan mengembangkan toko kelontong yang disebut Tokel. Nantinya, Tokel di surabaya akan menggantikan peran dari minimarket moderen seperti Alfamart dan Indomaret. Kita akan menggandeng Kemenkop dan UKM untuk program pelatihan Tokel di Surabaya,” papar David.

Di Makassar, IBM akan fokus pelatihan dalam mengembangkan komoditi pertanian seperti cabe, tomat, daun bawang, dan sebagainya, dikaitkan dengan Program Lorong Kota Makassar. Dalam program tersebut, masyarakat di lorong-lorong akan diberi bibit komoditi dan media tanam. Di Kulon Progo, IBM akan lebih mengembangkan keberadaan Toko Milik Rakyat atau Tomira. Tujuannya, untuk mengembangkan bisnis berbasis kearifan lokal di Kulon Progo. (son)