TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Aktivis lingkungan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengaku prihatin dengan kondisi situ tujuh muara. Mereka mendesak Pemkot setempat untuk segera menertibkan seluruh bangunan yang keberadaannya diduga melanggar Garis Sepadan Sungai (GSS) di area situ tujuh muara. “Kami minta perhatian serius dari pemerintah untuk menertibkan bangunan yang melanggar GSS ini,” ungkap Opi Andaresta.

Keberadaan bangunan itu memang sudah ada sejak lama. Namun hingga kini tak pernah mendapat penanganan apapun dari pihak pemerintah. “Sudah sangat lama sekali. Kita ingin pemerintah tegas dalam hal ini, agar tujuan kita melestarikan situ ini satu visi juga dengan pemerintah,” imbuhnya.

Opi juga tak menampik bila masih juga terdapat pihak yang kurang peduli terhadap kelestarian alam di situ tersebut. Di antaranya adalah pembuangan sampah yang masih di sembarang tempat dan penangkapan ikan yang berdampak pada kerusakan situ. “Hal ini yang kami ingin luruskan bersama-sama. Kemarin kami tegur juga para pemancing di sini, agar tidak merusak area di sini. Kami juga masih sering lihat ada orang dari luar kampung sini yang buang sampah sembarangan,” tandasnya. (nov)