ilustrasi

NEW YORK (Bisnis Jakarta) – Bursa saham Wall Street berakhir lebih rendah pada Senin (Selasa pagi WIB), akibat aksi ambil untung dari kenaikan pekan lalu, ketika para investor terutama fokus terhadap laporan laba perusahaan-perusahaan dan juga data ekonomi.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 85,45 poin atau 0,36 persen menjadi ditutup pada 23.348,74 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 8,24 poin atau 0,32 persen menjadi berakhir di 2.572,83 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun tipis 2,30 poin atau 0,03 persen menjadi 6.698,96 poin.

Pendapatan pribadi (personal income) AS meningkat 66,9 miliar dolar AS atau 0,4 persen pada September, menurut Departemen Perdagangan pada Senin (30/10).

Pada September, pendapatan pribadi disposabel atau “disposable personal income” (DPI) AS, yakni pendapatan neto personal setelah dipotong pajak dan pengeluaran tetap lainnya, meningkat 53,0 miliar dolar AS atau 0,4 persen, dan pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) meningkat 136,0 miliar dolar AS atau 1,0 persen.

Sementara itu, para investor terus memantau laporan laba perusahaan-perusahaan minggu ini, di antaranya Apple, Tesla dan Starbucks, yang akan melaporkan hasil keuangannya.

Data terakhir dari Thomson Reuters menunjukkan bahwa laba gabungan perusahaan-perusahaan komponen S&P 500 pada kuartal ketiga 2017 diperkirakan akan meningkat 6,7 persen dari tahun ke tahun, sementara pendapatan mereka diperkirakan akan meningkat 5,1 persen.

Dalam berita perusahaan, Lennar mengumumkan pada Senin (30/10) bahwa pihaknya membeli CalAtlantic seharga 9,3 miliar dolar AS, menciptakan pengembang perumahan terbesar di AS. Saham Lennar turun 3,98 persen, sementara saham CalAtlantic melonjak 21,31 persen.

Saham-saham AS membukukan kenaikan pada pekan lalu, karena para investor mencerna sebagian hasil kuartalan yang secara umum meningkat di tengah data-data ekonomi. (grd/ant)