TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany menegur jajaran di bawahnya untuk tidak lagi menyelenggarakan kegiatan seremonial di tahun-tahun berikutnya. Airin meminta bawahannya agar lebih cepat melakukan Impelementasi kegiatan pendataan khususnya terkait pelestarian budaya di Tangsel. “Sudah cukupkan 2018 tidak ada lagi kegiatan sarasehan ini karena yang terpenting lakukan pemetaan, pendataan dengan baik terkait pelestarian budaya di Tangsel,” ungkapnya.

Kegiatan Pemetaan dan Pendataan terkait budaya Tangsel jangan hanya mengandalkan sumber pendanaan dari APBD Tangsel semata, tetapi bisa melibatkan potensi-potensi swasta bahkan Internasional yang banyak berada di wilayahnya. “Forum CSR terus saya dorong agar terlibat dalam kegiatan pelestarian budaya, jangan hanya kegiatan bedah rumah saja. Tetapi juga perlu terlibat dalam pelestarian budaya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat ( Kesra) Sekretariat Daerah Tangsel Edi Wahyu mengakui jika pihaknya terlalu banyak mengadakan kegiatan sarasehan tersebut. Dirinya mengungkapkan kegiatan sarasehan ini ditujukan untuk mendapatkan masukan-masukan dari para pelaku budaya yang ada di Tangsel, yang selanjutnya akan di serahkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk jadi bahan pembahasan Raperda Pelestarian Budaya. “Seprti dikatakan Ibu Airin kita terlalu banyak mengadakan kegiatan sarasehan, justru karena tupoksi saya di kebudayaan saya juga inginnya langsung ke prakteknya,” tandasnya. (nov)