MAKASSAR (Bisnis Jakarta) – Manajemen PT Persaudaraan Sepak Bola Makassar (PT PSM) yang menaungi tim “Juku Eja” mengaku masih ada sejumlah persyaratan yang belum dipenuhi sehingga tidak bisa mendapatkan lisensi Asosiasi Sepak Bola Asia (AFC).

CEO PT PSM, Munafri Arifuddin di Makassar, Selasa, mengaku pasrah setelah banding yang diajukan akhirnya ditolak PSSI dengan alasan tidak memenuhi aspek supporting atau pembinaan pemain usia muda.

“Kami sudah menerima surat terkait banding yang ditolak. Kami akui ada beberapa syarat yang terkait pembinaan pemain muda belum dapat dipenuhi,” katanya menanggapi ditolaknya upaya banding PSM.

Ia menjelaskan, manajemen PT PSM sudah menyampaikan hal ini secara langsung kepada wakil ketua PSSI dan Sekjen PSSI. Pihaknya berharap pihak PSSI tetap bisa menjadi fasilitator terhadap kemungkinan tim kebanggaan masyarakat Makassar dan Sulawesi Selatan itu mendapatkan lisensi AFC sekaligus berhak tampil di kompetisi AFC atau Liga Champion Asia.

Untuk langkah selanjutnya, pihaknya hanya minta setiap pemain dan pelatih tak terpengaruh dengan kondisi ini atau lebih fokus menyelesaikan dua laga sisa di kompetisi Liga 1 musim 2017.

“Apabila PSM menjadi juara liga tahun ini maka kita berharap PSSI menjadi fasilitator. Karena itu, kita fokus dulu menghadapi dua laga sisa demi meraih juara Liga 1,” ujarnya.

PSM Makassar saat ini masih berada di posisi kedua klasemen sementara Liga 1 dengan 62 poin. Sementara untuk pemuncak klasemen sementara ditempati Bali United dengan poin sama meski unggul produktivitas gol. (grd/ant)