GALUNGAN DI BESAKIH - Suasana persembahyangan umat Hindu pada Hari Raya Galungan di Pura Besakih. (foto: Antara)

AMLAPURA (Bisnis Jakarta) – Ribuan umat Hindu memadati Pura Besakih di Kabupaten Karangasem, Bali pada Hari Suci Galungan meskipun kawasan Pura masuk dalam radius berbahaya aktivitas vulkanik Gunung Agung.

“Pemedek atau warga yang akan bersembahyang mulai berdatangan sejak pagi hari. Umat yang datang bukan hanya dari wilayah sekitar Pura saja tetapi dari seluruh wilayah Pulau Dewata,” kata Jero Mangku Dharma, Pemangku Pura Penataran Agung Besakih, Rabu.

Perayaan Hari Suci Galungan di Pura terbesar di Bali itu dirayakan seperti biasa. Tidak ada perbedaan pelaksanaan Galungan saat ini dibandingkan enam bulan lalu ketika Gunung Agung masih berstatus aman.

Puluhan petugas ritual upacara melaksanakan aktivitas seperti biasa begitu juga dengan krama yang bersembahyang. Besakih memang sempat sepi ketika status awas Gunung Agung, namun para pemangku tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa.

“Saya mendapatkan informasi bahwa status Gunung Agung turun. Saya juga lihat di televisi Pak Gubernur Bali memperbolehkan aktivitas persembahyangan pada perayaan Galungan,” paparnya.

Jero Dharma mengungkapkan bahwa tidak ada ritual khusus para perayaan Galungan di Pura Besakih. Pemangku hanya melayani umat yang akan bersembahyang saja.

“Tidak ada yang khusus. Tidak pula ada ritual khusus. Kalau ritual khusus hanya dilaksanakan sesuai rangkaian upacara yang sudah ditetapkan otoritas,” kata dia.

Sementara itu, Wayan Rapiana (38) salah satu warga yang bersembahyang di Besakih mengaku selalu rutin bersembahyang ke Besakih setiap Galungan yang diperingati setiap enam bulan sekali.

“Kami sekeluarga selalu sembahyang kesini setiap Galungan. Bukan hanya Galungan saja tetapi juga perayaan-perayaan besar,” ujar dia.

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM menurunkan status Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Bali dari level IV (Awas) menjadi level III (Siaga).

Dari penurunan status tersebut, enam desa yakni Jungutan, Ban, Sebudi, Dukuh, Buwana Giri dan Besakih masuk dalam kawasan rawan bencana radius enam kilometer dan perluasan 7,5 kilometer. (grd/ant)