Nilai Ekspor Bali Meningkat Delapan Persen

DENPASAR (Bisnis Jakarta) – Bali menghasilkan devisa sebesar 394,92 juta dolar AS dari pengapalan berbagai jenis mata dagangan ke pasaran luar negeri selama sembilan bulan periode Januari-September 2017, meningkat 29,25 juta dolar AS atau delapan persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya tercatat 365,67 juta dolar AS.

“Perolehan devisa tersebut hampir 75 persen merupakan hasil usaha industri kecil dan kerajinan rumah tangga yang menjadi tulang punggung perolehan ekspor nonmigas,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho di Denpasar, Minggu.

Ia mengatakan, berbagai jenis matadagangan yang dikirim lewat beberapa pelabuhan laut di Indonesia, khusus untuk bulan September 2017 mencapai 44,153 juta dolar AS. Perolehan devisa tersebut meningkat 1,08 juta dolar AS atau 2,51 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Agustus 2017) tercatat 43,07 juta dolar.

Adi Nugroho menambahkan, jika dibandingkan dengan ekspor bulan yang sama tahun sebelumnya mengalami kenaikan sebesar 2,56 juta atau 8,99 persen, karena September 2016 hanya menghasilkan 40,51 juta dolar AS.

Lima jenis komoditas utama yang menembus pasaran luar negeri itu meliputi produk ikan dan udang sebesar 25,16 persen, produk perhiasan (permata) 16,41 persen dan produk pakaian jadi bukan rajutan 14,59 persen.

Selain itu juga produk kayu dan berbagai jenis cinderamata dari bahan baku kayu 8,46 persen serta produk perabot dan penerangan rumah 6,36 persen serta 29,02 persen sisanya berbagai komoditas lainnya.

Adi Nugroho menjelaskan, pasaran Amerika Serikat menyerap palang banyak komoditas yang dikapalkan dari Bali yakni 27,35 persen, menyusul Australia 12,48 persen, China 7,91 persen, Singapura 7,13 persen, Jepang 6,22 persen dan 38,91 persen sisanya menembus sejumlah negara lainnya di belahan dunia.

Meningkatnya nilai ekspor Bali tersebut berkat pengapalan berbagai jenis komodtigas tujuan China melonjak sebesar 1,89 juta dolar AS atau naik 118,46 persen. Negara lain juga menunjukkan adanya peningkatan yang disusul dengan Austtralia sebesar 1,55 juta dolar AS dan Brazil 689.466 dolar AS.

Jika dilihat dari jenis komoditas peningkatan yang cukup signifikan itu dipengaruhi oleh bertambahnya nilai ekspor pada ikan dan udang yang mencapai 2,23 juta dolar AS serta produk pakaian jadi bukan rajutan 1,23 juta dolar AS.

Demikian pula ekspor produk daging dan ikan olahan naik 935.636 dolar AS, produk perhiasan (permata) 785.978 dolar AS serta produk mesin dan perlengkapan mekanik 283.611 dolar AS. (grd/ant)