Bunga Bangkai Raksasa Mekar, Kebun Raya Bogor Kebanjiran Pengunjung

BOGOR (Bisnis Jakarta) – Ribuan warga masih membanjiri Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kebun Raya Bogor untuk menyaksikan bunga bangkai raksasa (Amorphophallus Titanum) yang mekar di lokasi wisata ilmiah, di jantung pusat Kota Bogor Senin, (06/11).

Ida (56), warga Kelapa Gading, Jakarta mengaku sengaja datang beramai-ramai ke Kota Bogor hanya untuk sekedar melihat langsung keindahan bunga raksasa Amorphopallus Titanum yang mekar di Kebun Raya Bogor itu.  “Saya dapat kabar dari teman yang tinggal di Bogor, kalau bunga bangkai raksasa ini sedang mekar di Kebun Raya Bogor. Makanya hari ini saya dan teman-teman sengaja datang untuk melihatnya. Wau…, ternyata ini sungguh benar luar biasa, indah dan lagka,” ujarnya penuh kagum.

Aulia, salah satu petugas dibagian informasi Kebun Raya Bogor menjalaskan, bahwa bunga bangkai raksasa Amorphopallus Titanum di Kebun Raya Bogor ini diketahui mulai mekar dengan sempurna pada hari Sabtu, (04/11) sore sekitar pukul 17.00 WIB.  “Mungki karena bunga ini ditanam baru pertama kali di dalam media pot, bunga raksasa ini hanya mamapu bertahan mekar sempurna selama 9 jam, yakni dari pukul 17.00-01.00 WIB, Minggu dini hari,” ungkapnya.

Meski saat ini bunga raksasa itu mulai kuncup perlahan dan mulai menebarkan aroma kurang sedap di waktu sore dan malam hari,  namun hal itu tidak menyurutkan atusiasme warga untuk melihat dan mengabadikannya meski hanya sekdar berfoto di lokasi bunga itu berada. “Membludaknya pengunjung, itu terjadi pada hari Munggu kemarin. Dimana tercatat lebih dari 15 ribu pengunjung yang datang untuk melihat bunga raksasa ini mekar,” kata dia.

Bunga Bangkai Amorphophallus Titanum di Kebun Raya Bogor itu mekar dengan sempurna mencapai tinggi bunga 250 Cm, dengan kelopak bunga berdiameter 114cm. “Bunga bangkai jenis ini memiliki banyak keunikan, yakni selain pertumbuhannya sulit diprediksi juga butuh waktu lama -+4 tahun, untuk bisa melihat kembali bunga langka itu mekar diluar habitatnya,” jelasnya. (bas)