JAKARTA (Bisnis Jakarta) – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero menyiapkan 375 perjalanan KA menghadapi masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2017/2018, terdiri atas 335 kereta api reguler dan 40 perjalanan kereta api tambahan.

“Masa angkutan Nataru 2017/2018 ditetapkan selama 17 hari yakni mulai tanggal 22 Desember 2017 hingga 7 Januari 2018. Jumlah perjalanan KA 375 perjalanan meningkat 5,34 persen dibanding tahun 2016/2017 sebanyak 356 perjalanan KA yang terdiri atas 328 reguler dan 28 kereta tambahan,” papar Direktur Utama Edi Sukmoro, di Stasiun Gambir, Jakarta, Senin.

Menurut Edi, selama 17 hari masa angkutan Nataru 2017/2018 KAI menyediakan total jumlah tempat duduk reguler, tambahan dan KA lokal mencapai 3.860.326 “seat” atau tempat duduk, meningkat 6,8 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya sebanyak 3.613.044 seat.

Ia menjelaskan, seperti pada tahun-tahun sebelumnya KAI telah menyiapkan sarana, prasarana, dan SDM untuk mendukung kelancaran pelaksanaan angkutan Nataru.

“Selama masa angkutan tersebut, seluruh pegawai PT KAI dimaksimalkan untuk membantu kelancaran pelayanan di stasiun-stasiun dan tidak diperkenankan mengambil cuti tahunan,” ujarnya.

Dari aspek sarana KA, tahun ini PT KAI menyiagakan 451 unit lokomotif siap operasi dan 11 unit lokomotif cadangan, serta 1.619 unit kereta siap operasi dan 153 unit kereta cadangan.

Sebanyak 20 KA tambahan (40 perjalanan KA) yaitu Argo Lawu Fakultatif Gambir – Solobalapan pp, Argo Dwipangga Fakultatif (Gambir – Solobalapan pp), Taksaka Pagi Tambahan (Gambir – Yogyakarta pp), Taksaka Malam Tambahan (Gambir – Yogyakarta pp), Argo Muria Tambahan (Gambir – Semarangtawang pp), Argo Sindoro Tambahan (Gambir – Semarangtawang pp), Gajayana Tambahan (Gambir – Malang pp), Sembrani Tambahan (Gambir – Surabaya Pasarturi pp), Purwojaya Tambahan (Gambir – Cilacap pp), Lodaya Tambahan (Bandung – Solobalapan pp).

Selanjutnya Sancaka Tambahan (Yogyakarta – Surabaya Gubeng pp), Cirebon Ekspres Fakultatif (Gambir – Cirebon pp), Argo Jati Tambahan (Gambir – Cirebon pp), Argo Jati Fakultatif (Gambir – Cirebon pp), Senja / Fajar Utama Cn (Pasarsenen – Cirebon pp), Kutojaya Utara Tambahan (Pasarsenen – Kutoarjo pp), Kertajaya Tambahan (Pasarsenen – Surabaya Pasarturi pp), Brantas Tambahan (Pasarsenen – Blitar pp), Pasundan Tambahan (Kiaracondong – Surabaya Gubeng pp), Matarmaja Tambahan (Pasersenen – Malang pp).

“Masyarakat yang ingin mendapatkan tiket KA tambahan dapat melakukan pembelian di seluruh channel resmi penjualan tiket kereta api mulai 1 November 2017. Hingga 5 November 2017 untuk KA Jarak Jauh dan Menengah telah terjual sebanyak 415.749 tiket,” tutur Edi.

Dari aspek prasarana, seperti tahun-tahun sebelumnya KAI menyiagakan alat material untuk siaga di daerah-daerah yang rawan bencana alam.

Selama periode Nataru 2017/2018, KAI menyiagakan total 2.143 petugas disiagakan dengan rincian 633 personil Petugas Penilik Jalan (PPJ) Ekstra, 1190 personil Penjaga Jalan Lintas (PJL) Ekstra, dan 320 personil posko daerah rawan.

Sementara itu, bagi para pengguna aplikasi KAI Access yang sudah mengunduh versi ter-update dan melakukan pembelian tiket KA dari aplikasi ini, mulai 2 Oktober fasilitas “check in” secara “online” bisa dilakukan langsung dari aplikasinya.

Setelah melakukan check in melalui aplikasi, pengguna jasa KA akan mendapatkan “e-boarding pass”. Proses check in dan unduh e-boarding pass ini dapat dilakukan mulai dari 2 jam sebelum jadwal keberangkatan KA.

“Masyarakat yang telah mendapatkan e-boarding pass, tidak perlu lagi melakukan check in dan cetak boarding pass di mesin Check In Counter (CIC) di stasiun. Langsung saja menuju boarding gate untuk pemeriksaan identitas dengan menunjukkan e-boarding pass kepada petugas,” ujar Edi. (grd/ant)