DEPOK (Bisnis Jakarta) – Mengantisipasi potensi tanah longsor akibat pergeseran tanah yang dijelaskan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) khusus di Jawa Barat, ditambah bencana banjir dan puting beliung yang kerap terjadi di musim penghujan, Pemerintah Kota Depok menggelar apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana, di Lapangan Balai Kota Depok Senin, (06/11).

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, apel yang melibatkan ratusan anggota dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah ( Forkopimda) di Kota Depok, merupakan kesiapsiagaan penanggulangan bencana dalam menghadapi musim penghujan dan peringatan BMKG terkait 20 titik gerakan tanah di Jabar yang perlu diwaspadai. Guna mengantisipasi hal tersebut Iya meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR ) untuk mengecek keberadaan turap kali dan setu di beberapa wilayah di Kota Depok yang rawan longsor.

“Kota Depok termasuk wilayah yang rawan dengan angin puting beliung, petir, dan genangan air. Oleh karena itu, perlu adanya kewaspadaan. Tidak hanya unsur Forkompimda dan Pemerintah saja, warga juga perlu berhati-hati,”ujarnya.

Untuk wilayah yang berpotensi menjadi titik banjir langganan, Idris mengimbau untuk dilakukan pengecekan kewilayah. Selain itu, warga juga dapat melaporkan kedaruratan bencana ke 112 yang nantinya dapat terkoirdinasi dengan Forkopimda terkait. “Banyak faktor penyebab banjir salah satunya sampah. Saya sudah minta Dinas terkait jika memang faktor utamanya sampah maka seluruh warga Kota Depok dapat memperhatikan hal tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Dandim 0508/Depok Letkol Inf Mohammad Iskandarmanto mengatakan dalam persiapan penanggulangan bencana, pihaknya menyiapkan 300 anggota. Para anggota akan di tempatkan di titik yang sudah disiapkan. Pihak memastikan jika nantinya ada panggilan bencana, seluruh unsur akan diinstruksikan satu komando dan semuanya berkoordinasi.

 “Titik  pemusatan ada di Balai Kota Depok dan titik lainnya kami sudah menginstruksikan ke seluruh jajaran Koramil untuk siaga di wilayah. Persiapan penanggulangan bencana dikatakan siap karena seluruh peralatan yang dimiliki cukup lengkap. Ke depan, kami siap dalam panggilan bencana kapan pun,” jelasnya. (jif)