JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Way2East kembali menggelar event Indonesia Adventure Festival (IAF) dengan tema ‘Jelajah Tanahumba 2017’ yang akan berlangsung di Pulau Sumba (NTT), 14-19 November 2017. Peluncuran dilakukan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara (BP3N) Kemenpar Esthy Reko Astuty diwakili Asdep Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Putu Ngurah, dihadiri Bupati Sumba Timur Gidion Mbiliyora, Ketua DPRD Sumba Timur Palulu P. Ndima, Wakil Bupati Sumba Barat Marthen Ngailu Toni, Ketua DPRD Sumba Barat Gregorius HBL Pandango, dan Pendiri Way2East Adi Gerimu.

Penyelenggaraan event petualangan ini sebagai upaya mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Sumba, NTT yang memiliki Labuhan Bajo sebagai satu dari 10 destinasi prioritas yang dikembang sebagai ‘Bali Baru’ dalam mendukung target kunjungan wisatawan.

Sebanyak 100 peserta dari dalam dan luar negeri ikut ajang IAF ‘Jelajah Tanahumba 2017’ untuk berpetualangan menjelajah di 24 lokasi wisata di Pulau Sumba; dimulai dari Kabupaten Sumba Barat Daya hingga berakhir di Kabupaten Sumba Timur. Para peserta akan menginap di kampung adat, mengikuti upacara adat, tarian tradisional, pacuan kuda tradisional, prosesi pembuatan tenun ikat (merupakan warisan budaya Sumba) serta menyatu dalam rangkaian pertunjukan yang akan disaksikan oleh wisatawan.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara (BP3N) Kemenpar Esthy Reko Astuty di Jakarta, Selasa (7/11) mengapresiasi penyelenggaraan event ini, karena akan memberikan dampak positif terhadap penguatan unsur 3 A (Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas). “Penyelenggaraan event ini akan memberikan dampak langsung terhadap kemajuan pariwisata Pulau Sumba yang mengandalkan potensi budaya (culture), alam (nature), dan buatan (manmade),” kata Esthy.

Bupati Sumba Timur Gidion Mbiliyora mengatakan, Sumba yang terdiri dari empat kabupaten memiliki ciri khas daerahnya masing-masing, misalnya, Sumba Tengah dikenal dengan ritual adat ‘Purung Ta Kadonga Ratu’ yang secara harfiah berarti ‘Turun Ke Lembah Imam’ yang bertujuan untuk meminta berkat hujan dari leluhur agar tanaman padi mereka tidak kering dan tidak menderita kelaparan. “Ritual ini sudah dilakukan turun temurun. Wisatawan yang ingin menyaksikan ritual ini silahkan berkunjung di akhir bulan Juli. Wisatawan akan kami ajak untuk hidup layaknya orang Sumba,” kata Gidion.

Adi Gerimu pendiri Way2East menjelaskan, para peserta IAF ‘Jelajah Tanahumba 2017’ akan belajar menjadi orang Sumba selama 6 hari. “Mereka akan menginap di rumah-rumah adat, berkemah di padang sabana, berkuda, explore air terjun. Ini menjadi satu kemasan wisata yang lengkap,” kata Adi seraya menegaskan, bila ingin melihat budaya megalitik di dunia datanglah ke Pulau Sumba yang hingga kini masih dipelihara dan dijunjung tinggi oleh masyarakatnya, selain itu Sumba memiliki Nihi Resort dua kali berturut-turut menerima penghargaan sebagai resort terbaik di dunia.

Event IAT pertama kali digelar di Lembata tahun 2014 diikuti oleh 120 peserta, kemudian berlanjut di Alor tahun 2016 diikuti oleh 150 peserta. Penyelenggaraan IAT ‘Jelajah Tanahumba 2016’ digelar di Pulau Sumba diikuti oleh 100 peserta dilanjutkan pada 2017 diikuti 100 peserta dari dalam dan luar negeri. (son)