TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Siswa Yayasan Islam Terpadu Ash Shidiqiyyah, Serua Indah, Ciputat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengeluhkan debu dan bising yang ditimbulkan akibat pembongkaran bangunan proyek tol Serpong – Cinere yang ada di kawasan sekolah mereka. Pihak sekolah pun mendesak pihak tol untuk segera membayar sisa ganti rugi yang belum dibayarkan agar bangunan sekolah pengganti dapat segera diselesaikan. “Hingga kini baru dibayarkan setengahnya aja yaitu bangunan. Sedangkan tanahnya belum sama sekali,” ungkap Kepala Sekolah Ash shidiqiyah, Faizal Arifin.

Lantaran dana yang sudah kian cekak, pembangunan sekolah Ash Shidiqiyah yang baru hingga kini baru rampung 50 persen. Sehingga siswa yang dipindahkan pun baru setengahnya. “Di sekolah yang baru pun kondisinya juga kurang baik untuk kesehatan siswa karena di sana sedang proses pembangunan. Apalagi di sini selain debu juga bising oleh buldozer,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Proyek Tol Serpong Cinere, Sukisno mengatakan, tanah Ash shidiqiyyah adalah tanah wakaf sehingga harus ada mekanisme tertentu untuk dilakukan pembayaran.  Salah satunya adalah rislah.

Untuk rislah, menurut Sukisno saat ini sedang diupayakan payung hukumnya ke pemerintah kota setempat. “Jadi kita sedang menunggu SK dari Walikota mengenai rislah ini. Karena masih ada beberapa tanah dan bangunan yang belum melengkapi dokumen yang diperlukan,” tandasnya. (nov)