DEPOK (Bisnis Jakarta) – Sebanyak 800 yang dibuat mengantarkan Pemerintah Kota Depok mendapat penghargaan dari Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Nasional (Pokja AMPL Nasional) dalam kegiatan Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional 2017 di Hotel Le Meridien, Selasa (07/11). Dengan diterimanya penghargaan itu, Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengaku kedepannya bakal lebih fokus untuk membangun persepsi warganya bahwa pentingnya akses sanitasi dan air bersih.

“Segala aksi manusia terhadap lingkungan sangat terkait masalah persepsi, kami bangun persepsi masyarakat sejak tahun 2013 dan mulai bangun lewat kelurahan, kecamatan, PKK, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang kita dorong. Kami juga melakukan kerja sama dengan kementerian terkait, untuk melakukan penyuluhan kepada mereka (masyarakat),” ujarnya.

Pihaknya juga mengklaim memfasilitasi pembangunan septictank sekaligus untuk mengedukasi masyarakat pentingnya memiliki septictank yang layak dan sesuai standar. “Kami melakukan kolaborasi antara pelaku usaha dan CSR untuk pembangunan septictank dari sisi pembiayaan. Pembiayaan ini sifatnya subsidi, jadi tidak kita berikan begitu saja. Ini dilakukan agar pembangunan merata di setiap kecamatan yang ada di Kota Depok. Di samping itu, kita juga memberikan edukasi bagaimana pemasangan septictank yang benar,” ucapnya.

Selain itu melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), kini Pemkot Depok telah melakukan pengembangan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang berada di Kalimulya Cilodong Depok.

“Sudah kita realisasikan APBD kita dari tahun ke tahun khususnya 2017, untuk melakukan pengembangan IPLT yang ada di Kalimulya. Ini lebih modern dan lebih banyak untuk menampung kapasitas serta kedap air, karena kami menggunakan fiber sebagai materialnya,” tambahnya.

Ia menyebutkan, sampai tahun 2017 ini, tercatat sudah ada 800 septictank terbangun di 31 titik di Kota Depok. Masing-masing titik bisa menampung 40 KK. Pemkot Depok juga dituntut pemerintah pusat dalam pencapaian 100 persen akses sanitasi dan air minum di tahun 2019 yang saat ini angkanya sudah mencapai 76,37 persen. “Ini merupakan pekerjaan rumah yang besar bagi pemerintah dan masyarakat. Untuk itu kami terus memberikan sosialisasi kepada stakeholder baik pemerintah maupun masyarakat untuk peduli terhadap sanitasi,” katanya. (jif)