ilustrasi

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Majelis Kehormatan Partai Gerindra sepakat untuk memberhentikan atau memecat kader menjabat Wakil Ketua DPRD Bali, Jro Gede Komang Swastika, yang tersangkut dugaan kasus kepemilikan naskoba jenis sabu-sabu dan senjata api, yang masih buron.

“Saya sampaikan informasi secara garis besar, bahwa kami Majelis Kehormatan Partai Gerindra bulat dan sepakat memberhentikan yang bersangkutan sebagai kader,” kata anggota Majelis Kehormatan Gerindra Habiburokhman seusai mengikuti sidang majelis kehormatan di DPP Gerindra, Jakarta, Rabu.

Habiburokhman mengatakan, sidang Majelis Kehormatan atas kasus Jro Gede Komang Swastika dihadiri delapan anggota Majelis Kehormatan Gerindra dan dipimpin Wakil Ketua Majelis Kehormatan Amir Tohar serta dihadiri Ketua Harian DPP Gerindra Moekhlas Sidik.

Dasar pengambilan keputusan pemberhentian Jro Gede Komang adalah informasi dari kepolisian Bali. Selain itu Majelis Kehormatan Gerindra juga telah meminta keterangan tiga orang anggota DPD Gerindra Bali. “Jadi informasi kepolisian ini kan valid. Kami juga memanggil tiga anggota DPD Bali. Selanjutkan kami akan mengonfirmasi secara formal ke Polda Bali,” jelas Habiburokhman.

Pemberhentian terhadap Jro Gede Komang mengandung tiga rangkap konsekuensi yakni pemberhentian sebagai anggota Gerindra, sekaligus pemberhentian sebagai pengurus partai dan pemberhentian yang bersangkutan sebagai anggota DPRD Bali.

Selain memecat, Gerindra juga menegaskan tak akan memberikan bantuan hukum apapun kepada yang bersangkutan. Gerindra memerintahkan seluruh kadernya di Bali untuk segera memberitahukan kepada polisi jika mengetahui keberadaan Jro Gede Komang Swastika yang kini masih buron.

“Tidak ada toleransi terhadap pelanggaran narkoba seperti ini. Di Gerindra, Korupsi dan Narkoba merupakan dua hal yang sangat fatal,” kata dia.

Sebelumnya pihak kepolisian Bali menggerebek rumah Wakil Ketua DPRD Bali Jro Gede Komang Swastika. Dalam penggerebekan itu polisi menyita 31 paket sabu, sepucuk senjata api serta tiga pucuk senjata air softgun. Jro Gede Komang dikabarkan melarikan diri saat penggerebekan terjadi. Yang bersangkutan hingga saat ini masih menjadi buronan polisi. (grd/ant)