JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Kredit cepat.id kerjasama dengan Taman Baca Inovator, gelar program CSR perdananya “Kreditcepat.id Berbagi Cepat”. Hal ini dilakukan sebagai aksi nyata sosial dalam berkontribusi kepada masyarakat, dalam rangka membantu komunitas-komunitas meningkatkan kwalitas sumber daya manusia.

Ingars Zagorskis, Reginal Director Sautheast Asia Kreditcepat.id menjelaskan, CSR ini mengangkat tema edukasi. Tujuan CSR ini adalah untuk memudahkan masyarakat dalam setiap aspek hidupnya. Namun sebagai manusia kita harus senantiasa memperkaya diri dengan ilmu yang bermanfaat, apalagi dalam menghadapi dunia digital. “Kami percaya hal ini bisa dimulai dengan menggiatkan ketertarikan dalam membaca,” ujarnya dalam acara Media Gathering di The Hook Senopati Jakarta Rabu (7/11/2017).

Ingar mengatakan, Kreditcepat.id memiliki niat yang sangat baik untuk menanamkan nilai-nilai pentingnya membaca sedari kecil. Namun sayangnya tidak semua anak-anak memiliki akses yang mudah untuk membeli atau meminjam buku. “Untuk itu Kreditcepat.id mengandeng Taman Baca Inovator (TBI), untuk membantu mendistribusikan 1000 buku kepada 20 taman bacaan yang ada di Indonesia melalui program “Kreditcepat.id berbagi cepat 1000 buku untuk anak-anak,” jelasnya.

Sementara Yessi Chandra Ketua Yayasan Taman Baca Inovator menambahkan, saya senang Kreditcepat.id mau menjadi bagian dari pendidikan anak. Mungkin orang banyak yang ingin membantu namun tidak ada waktu untuk mengerjakannya.  “Jadi tinggal klik saja melalui Kreditcepat.id, bantuan cepat diterima,” tambahnya

Saat ini ada sekitar 33.000 total kebutuhan, dan sebanyak 30.000 buku yang sudah didistribusikan di 22 wilayah.

“Jadi donasi dari kreditcepat ini akan mendapatkan 1000 buku untuk taman baca. 1000 buku ini akan kita sebar ke 22 daerah. “Kami butuh buku dan anak itu membaca bukunya cepat sekali. Jadi kalau kami kirimin 100 buku bisa habis dalam hitungan minggu,” jelasnya.

Sementara Marketing Manager KreditCepat.id, Adinda Artemissia juga menambahkan, kami konsen dengan literasi bahwa minat baca sekarang ini menurun. Lalu kami sama-sama konsen dengan angka putus sekolah anak yang setiap tahun semakin meningkat. Untuk mengatasi masalah itu kami berbagi 1.000 buku untuk anak. Dengan harapan untuk meningkatkan minat bacanya anak-anak dengan cara memudahkan akses mereka dalam mendapatkan buku-buku yang baik,” pungkasnya. (grd)