BEKASI (Bisnis Jakarta) – Komoditas cabai merah keriting di sejumlah pasar tradisional di Kota Bekasi, Jawa Barat, mengalami kenaikan harga dalam sepekan terakhir yang diduga dipengaruhi oleh foktor musim hujan.

“Cabai merah keriting sudah naik jadi Rp30 ribu per kilogram dari semula Rp25 ribu per kilogram karena sudah memasuki musim hujan karena cabai tidak bisa bertahan lama kalau basah,” kata salah satu pedagang Pasar Kranji Kota Bekasi, Muhyidin (40) di Bekasi, Kamis.

Menurut dia, kenaikan harga itu tidak terjadi pada jenis cabai lainnya, bahkan komoditas cabai rawit hijau justru mengalami penurunan harga dari semula Rp60 ribu per kilogram menjadi Rp25 ribu perkilogram.

“Cabai rawit hijau harganya justru turun sejak Oktober 2017 karena stok cabai merah sedang meningkat,” katanya.

Menurut dia, meskipun harga naik, namun kebutuhan pasar masih bisa terpenuhi karena stok yang melimpah di daerah penghasil dan sebagian besar pelanggan tidak terpengaruh kondisi harga. Selain cabai merah, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas bawang merah dari harga semula Rp20 ribu per kilogram menjadi Rp30 ribu per kilogram.

Menurut dia, komoditas bumbu masakan itu dipasok dari Pasar Induk Cikarang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat lewat jasa ekspedisi.

“Perkiraan saya, harga cabai merah dan bawang akan terus naik karena musim hujan masih panjang,” katanya.

Pedagang cabai merah keriting di Pasar Baru Bekasi, Saptohadi (32), mengatakan kenaikan harag tersebut diantisipasi dirinya dengan menyediakan alternatif jenis cabai merah.

“Biasanya kalau pelanggan merasa harga cabai rawit merah kemahalan, saya tawarkan yang oplosannya antara cabais egar dengan cabai yang sudah agak layu tapi tidak busuk dan masih layak untuk makan. Harganya bisa Rp20 ribu per kilogram,” katanya.

Menurut dia, mayoritas pelanggannya adalah kalangan ibu rumah tangga dan sejumlah pedagang lauk pauk.

“Sampai saat ini sih stok aman dan pelanggan juga tidak ada yang protes. Mereka memaklumi situasi kenaikan harga ini karena rutin terjadi setiap musim hujan,” katanya. (grd/ant)