TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Komisi 4 DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kecewa dengan progress pembangunan gedung dewan. Mereka bahkan pesimis jika proyek yang menelan anggaran hingga 34 miliar rupiah tersebut bakal rampung akhir desember ini. “Sangat kecewa melihat progress proyek gedung dewan. Terkesan pengerjaannya dibawah standar,” ungkap Ketua Komisi 4 DPRD Tangsel, Mursidi Ilyas.

Ia mengaku kecewa dengan kualitas pembangunan dan tata ruang di dalam gedung tersebut terkesan asal-asalan. Seperti material di setiap ruangan yang tidak memenuhi standar, terutama di dalam ruang paripurna. Selain itu plafon yang bocor, kerangka atap dan tempat-tempat lain yang dianggap belum sesuai dengan pengerjaan. “Kita pesimis jika proyek ini selesai dikerjakan hingga akhir Desember 2017 ini. Masih banyak yang harus diperhatikan dalam proses pengerjaannya,” imbuhnya.

Senada dengan Mursidi, Anggota Komisi 4 lainnya, Tb Rahmatullah pesimis karena dengan waktu yang menyisakan kurang lebih 40 hari kedepannya itu, gedung DPRD tidak akan selesai dikerjakan. “Untuk itu kita minta kepada dinas dan pihak pelaksana, untuk meningkatkan jam kerjanya. Paling tidak menjadi tiga shift atau SDMnya ditambah,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Bangunan dan Perkantoran pada Dinas Bangunan dan Penataan Ruang (DBPR) Kota Tangsel, Dedeng Apriyanto Dasa mengaku pesimisme anggota dewan adalah hal yang wajar. Menurutnya ada beberapa kendala pada proyek pembangunan gedung DPRD tidak bisa selesai dikerjakan tepat waktu. Salah satunya material yang mengalami keterlambatan. “Tapi dengan sisa waktu yang ada, kita akan berupaya optimal dalam mengerjakan gedung DPRD ini,” pungkasnya. (nov)