JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Analis pasar saham William Surya Wijaya memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan ini akan bervariasi di tengah penantian data ekonomi.

“Diharapkan data neraca keuangan Indonesia membukukan hasil positif sehingga memberi optimisme pada investor untuk kembali melakukan aksi beli,” kata William Surya Wijaya yang juga Analis Indosurya Sekuritas di Jakarta, Jumat.

Di sisi lain, lanjut dia, pergerakan bursa saham eksternal yang cenderung melemah juga dapat mempengaruhi pergerakan IHSG dan berpotensi memberi dampak negatif. Meski demikian, menurut dia, jika terjadi koreksi investor masih bisa memanfaatkan situasi itu sebagai peluang untuk melakukan akumulasi pembelian dengan orientasi investasi jangka panjang mengingat fundamental ekonomi nasional yang cukup kuat.

“IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 5.969-6.098 poin pada hari ini (Jumat, 10/11),” katanya.

Ia menyampaikan bahwa beberapa saham yang dapat diperhatikan, di antaranya Jasa Marga Tbk (JSMR), Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menambahkan bahwa secara teknikal, indikator stochastic bergerak dalam area jenuh beli, namun indikator RSI memberikan sinyal ke luar dari area jenuh beli, sehingga diperkirakan IHSG masih akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan tertekan.

“Di akhir pekan ini IHSG diproyeksikan bergerak di kisaran 6.000-6.057 poin,” paparnya. (grd/ant)