TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Prestasi atlet panahan muda asal kota Tangerang Selatan (Tangsel), Ryan Rafi Adiputro (14), untuk go internasional nampaknya sedikit terhambat. Minimnya anggaran membuat siswa kelas sembilan SMPN 8 Kota Tangsel ini terancam gagal mengikuti kejuaraan kualifikasi Youth Olympic Games (YOG) di Bangladesh. “Saya kewalahan dengan biayanya yang lumayan besar. Biaya itu ditanggung sendiri oleh atletnya. Untuk itu, saya sangat berharap ada donatur yang mau membantu supaya anak saya bisa ikut event itu,” ungkap orangtua Ryan, Bambang T Adiputro.

Ajang bergengsi yang melibatkan sejumlah negara di Benua Asia pada 24-30 November mendatang tersebut membutuhkan dana yang tidak sedikit. Sementara, pemerintah dan Pengurus Pusat Persatuan Panahan Indonesia (PP Perpani) tidak menanggung anggaran untuk kegiatan itu.

PP Perpani menyerahkan seluruh pembiayaan kepada masing-masing individu atlet yang terpilih melalui seleksi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2017, ketika ingin mengikuti kualifikasi YOG sebagai syarat untuk melangkah ke olimpiade panahan di Buenos Aires, Argentina 2018 mendatang.

Bambang merinci total biaya yang dibutuhkan selama mengikuti kualifikasi YOG itu mencapai Rp27 jutaan. Uang sebesar itu akan digunakan untuk tiket pesawat, akomodasi hotel, biaya konsumsi, pendaftaran atlet, pembuatan visa dan lainnya. “Biaya segitu saya enggak sanggup. Apalagi, biaya pelatihnya juga kita yang tanggung. Kalau anak saya sendiri mungkin masih bisa diupayakan,” pungkasnya. (nov)