JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Kepala Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UI/RSCM dr. Em Yunir mengatakan, diabetes termasuk dalam 10 penyakit mematikan di Indonesia. ‘’Prevalensi penderita diabetes terus meningkat setiap tahunnya,’’ kata Yunir saat kampanye pencegahan penyakit diabetes di Jakarta, Selasa (14/11).

Dalam kampanye yang diinisiasi Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) dalam rangka memperingati Hari Diabetes Sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 14 November itu, Yunir mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan lembaganya sepuluh tahun lalu, tingkat prevalensi penderita diabetes di Indonesia sebesar 5,9%. Lalu, saat survei 2012, prevalensi naik menjadi 6,9% dari total populasi. “Trennya terus naik, karena perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia yang tidak sehat. Kurang gerak dan tidak mengontrol makanan,” ujarnya.

Yuniar menambahkan, biaya perawatan pasien diabetes sangat besar, tergantung pada jenis diabetes yang diderita pasien. Bahkan, untuk pasien yang menderita diabetes berat, bisa menghabiskan ratusan juta rupiah tiap tahunnya. ‘’Saya mengapresiasi Sun Life yang melakukan tindakan preventif agar masyarakat memiliki kondisi kesehatan yang tetap prima,’’ paparnya.

Sementara itu, Presdir Sun Life Financial Indonesia Elin Waty mengatakan, diabetes merupakan salah satu penyakit kritis yang mematikan. ‘’Kami sebagai penyedia jasa keuangan memiliki komitmen dan fokus strategis pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap diabetes dan pencegahannya,” ujarnya.

Kepedulian Sun Life terhadap penyakit ini, kata Elin, ditunjukkan lewat Studi Kesadaran Diabetes. Studi ini bertujuan mengurangi kesenjangan informasi mengenai diabetes, meningkatkan persepsi positif terhadap penyakit ini, membantu masyarakat menjalani kehidupan yang lebih sehat baik fisik maupun mental, serta membantu mereka memiliki kemapanan finansial seumur hidup.

Saat ini, kata Elin, penderita diabetes di Indonesia diperkirakan mencapai 39% dari total populasi. Secara umum, masyarakat Indonesia memiliki persepsi bahwa pengidap diabetes memiliki harapan hidup lebih pendek 16 tahun dari mereka yang tidak terkena diabetes. “Persepsi harapan hidup penderita diabetes menjadi salah satu kesimpangsiuran yang perlu diluruskan,” ujarnya.

Chief Marketing Officer Sun Life Financial Indonesia Shierly Ge mengatakan, angka penderita diabetes di Indonesia saat ini tergolong tinggi. Namun, kesadaran masyarakat melakukan pengecekan masih rendah. ‘’Kami memiliki kepedulian tinggi terhadap kondisi ini dan berkomitmen terus mengedukasi masyarakat mengenai diabetes dan risiko-risikonya,” ujar Shierly.

Shierly menambahkan, stigma sosial terhadap penderita diabetes berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik penderitanya. “Kampanye ini diharapkan dapat mengubah persepsi dan stigma ke arah yang lebih positif dan mengurangi bias masyarakat akan penyakit diabetes,” papar Shierly. (son)