JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Masyarakat Jakarta dan kota penyangganya tak lama lagi akan merasakan cepat, mudah, aman dan nyamannya mencapai Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dengan memanfaatkan kereta bandara yang pengoperasiannya akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Selama ini akses ke Bandara Soetta hanya terjangkau dengan bus, taksi dan mobil pribadi yang berarti harus melalui ruas jalan dan lalu lintas yang padat, belum lagi di jam-jam sibuk. Akibatnya, 1 – 2 jam diperlukan hanya untuk menuju dari dan ke bandara.

Kereta bandara akan berangkat tiap 30 menit dan hanya perlu waktu sekitar 50 menit untuk mencapai bandara dari Stasiun Manggarai. Pengoperasian KA Bandara Soekarno-Hatta, yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional, jelas berkontribusi memudahkan akses masyarakat, meningkatkan mobilitas serta menjadi solusi mengurangi kepadatan jalan menuju bandara.

KA Bandara Soekarno-Hatta akan melalui 5 (lima) stasiun yaitu Stasiun Manggarai, Stasiun Sudirman Baru, Stasiun Duri, Stasiun Batu Ceper dan Stasiun Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Stasiun Sudirman Baru nantinya terhubung ke Stasiun Sudirman dengan adanya fasilitas pejalan kaki. Stasiun Sudirman Baru akan berfungsi sebagai area interchange (integrasi moda transportasi publik) yang menghubungkan masyarakat dengan keseluruhan kawasan Dukuh Atas mencakup Stasiun Sudirman (KRL), bus TransJakarta, MRT dan LRT. Dengan demikian, masyarakat Jakarta dan sekitarnya akan semakin mudah mengakses transportasi publik menuju bandara.

Para calon penumpang yang berasal dari wilayah Bogor, Depok, Tangerang, Serpong dan Bekasi dapat dengan mudah mencapai Bandara Soekarno-Hatta dengan menggunakan KRL ke Stasiun Sudirman yang terintegrasi dengan Stasiun Sudirman Baru. Sedangkan bagi calon penumpang yang tidak menggunakan KRL, baik menggunakan bus TransJakarta, bus dalam kota, taksi atau kendaraan pribadi, dapat berpindah di Stasiun Sudirman Baru untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan KA menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Tak hanya itu, pengguna jasa KA Bandara juga akan dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang ada di stasiun dan selama perjalanan. Fasilitas tersebut antara lain ticketing counter, tapping gate, eskalator, commercial area, toilet, dan mushola. Khusus di Stasiun Bandara Soekarno-Hatta bahkan dilengkapi dengan public hall, waiting lounge, konektivitas ke integrated building dan APMS/skytrain.

Kereta bandaranya sendiri dirakit PT. INKA dengan mesin produksi Bombardier Swedia. 1 (satu) trainset terdiri dari 6 kereta yang mampu mengangkut 272 penumpang. Interior keretanya bagai di dalam pesawat, kemiringan kursi dan sandaran tangan dapat diatur oleh penumpang, jarak antarbangku juga cukup lebar sekitar 50 cm. Kereta juga dilengkapi pendingin udara, pengisi daya ponsel (charging port), toilet terpisah antara pria dan wanita. Di tiap kereta juga dilengkapi bagasi khusus untuk menempatkan barang bawaan penumpang serta 4 (empat) layar TV LED untuk hiburan dan juga memberikan informasi posisi kereta.

Besaran tarif yang akan dikenakan kepada penumpang untuk layanan KA Bandara Soekarno-Hatta saat ini sedang dalam kajian untuk menyesuaikan dengan kemampuan atau kemauan daya beli (Ability To Pay (ATP)/Willingness To Pay (WTP)) masyarakat. Mengingat layanan KA ini bukan merupakan layanan KA Ekonomi, diharapkan dalam waktu dekat, operator akan segera menginformasikan besaran tarif KA Bandara tersebut.

Pembangunan jalur KA menuju Bandara Soekarno Hatta merupakan fokus perhatian Kementerian Perhubungan untuk melayani pengguna transportasi publik agar tercapai efisiensi pergerakan, biaya dan waktu. Pembangunan ini juga merupakan realisasi dari penugasan kepada PT.Kereta Api Indonesia Persero) sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2011 tentang Penugasan kepada PT. Kereta Api Indonesia untuk Menyelenggarakan Prasarana dan Sarana Kereta Api Bandar Udara Soekarno-Hatta dan Jalur Lingkar Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi. (son)