JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Dalam rangka meningkatkan daya saing suatu bangsa, telah terbukti di banyak negara Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian menjadi piranti yang handal. Oleh karena itu upaya penerapan standardisasi diberbagai industri, lembaga dan organisasi menjadi sangat penting. “Banyak kisah sukses menunjukan dengan penerapan SNI tidak saja mereka lebih kompetitif tetapi juga mampu melakukan lompatan kemajuan,” kata Kepala Badan Standarisasi Naaional (BSN) Bambang Prasetya usai penyerahan SNI Award di Jakarta, Kamis (17/11).

Apabila penerapan standardisasi berjalan semakin lebih masif, Bambang yakini, Indonesia akan dapat mengejar ketinggalannya dan menjadi negara maju dalam waktu yg tidak terlalu lama. Berkenaan dengan hal tersebut pemerintah memberikan dorongan yang lebih kuat agar penerapan standar menjadi arus utama di lingkungan pelaku usaha, lembaga dan organisasi baik swasta maupun pemerintah.

Penyelenggaraan penghargaan SNI Award tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-13 kalinya sejak tahun 2005. “SNI Award merupakan apresiasi tertinggi dari Pemerintah kepada Perusahaan/organisasi yang konsisten dan komitmen dalam menerapkan SNI serta mempunyai kinerja yang sangat baik,” ujar Bambang.

Organisasi/perusahaan yang mendaftar SNI Award, dari tahun ke tahun mengalami perubahan. Pada tahun 2014, sebanyak 159 organisasi/perusahaan yang mendaftar. Pada tahun 2015, sebanyak 151 organisasi/perusahaan. Pada tahun 2016, sebanyak 108 organisasi/perusahaan. “Pada tahun ini, sebanyak 126 organisasi/perusahaan yang mendaftar. Dari jumlah tersebut lolos sampai tahap onsite atau kunjungan lapangan sebanyak 57 organisasi/perusahaan. Pada tahap berikutnya, penilaian oleh dewan juri, ditetapkan 50 organisasi/perusahaan sebagai nominee,” jelas Bambang.

Bambang melanjutkan, proses penilaian SNI Award dilakukan secara ketat oleh tim juri yang diketuai pakar ekonomi Rhenald Khasali dengan beranggotakan 21 orang yang ahli di bidang standardisasi atau penilaian kesesuaian. Para juri berasal dari industri, pemerintah, perguruan tinggi, maupun asosiasi. Penerima SNI Award tahun 2017 terbagi menjadi 10 kategori. “Per kategori akan diumumkan hasil penilaian apakah masuk peringkat perunggu, perak, emas, atau platinum,” jelas Bambang.

Pemeringkatan SNI Award tersebut, mulai diberlakukan pada tahun 2015. Dan untuk pertama kalinya, pada SNI Award 2016, terdapat perusahaan yang berhasil meraih penghargaan kategori Platinum, yaitu PT Pupuk Kalimatan Timur (Pupuk Kaltim) untuk kategori Organisasi Besar Barang Sektor Kimia dan Serba Aneka. “Penerima SNI Award tahun 2017 diumumkan oleh Ketua Dewan Juri pada tanggal 16 November 2017,” ujar Bambang. (son)