SORONG (Bisnis Jakarta) – Kementerian Koperasi dan UKM mendorong penerima program pemerintah khususnya Wirausaha Pemula (WP) dapat mempelopori pembangunan jaringan usaha. “Oleh karena itu, kedelapan orang penerima Wirausaha Pemula dapat mempelopori membangun jaringan usaha dan membentuk wadah yang legal,” kata Asisten Deputi Permodalan pada Deputi Bidang Pembiayaan, Kemenkop dan UKM Luhur Pradjarto saat memberikan bantuan pemerintah kepada 8 (delapan) penerima WP di Sorong, Papua Barat, Minggu (19/11).

Kemenkop dan UKM mendukung pengembangan WP di wilayah timur tepatnya di Kabupaten Sorong, Papua Barat. Sejak ada program WP baru tahun 2017 di Kabupaten Sorong jumlah penerima WP baru sebanyak 8 (delapan) orang. “Tentunya para penerima harus memanfaatkan dengan baik dana bantuannya, sehingga dapat meningkatkan dan mengembangan usahanya,” ujar Luhur.

Usaha yang dikelola para penerima WP umumnya yakni budidaya ikan, ternak ayam dan pembuatan kerupuk. Luhur mengataka biasanya kendala yang dihadapi peternak unggas maupun budidaya ikan adalah pakan ternak maupun pelet yang biasanya mahal dan didatangkan kemungkinan dari luar Kabupaten Sorong.

Maka dengan membangun jaringan usaha dan membentuk wadah yang legal pembelian pakan diharapkan akan lebih murah. Tidak hanya itu, kebutuhan benih ikan atau anak ayam mungkin dapat dipasok oleh WP yang melaksanakan pembibitan.

Harapan Sidabutar, Kepala Bidang Pemberdayaan KUKM yang mewakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sorong menyambut baik atas disetuuinya propasal para WP. Hal ini sejalan dengan program pemerintah daerah untuk memperkuat UMKM dengan target 40 UMKM pertahun.

Saat in, belum satupun UMKM di Kabupaten Sorong yang memiliki Ijin Usaha Mikro dan Kecil (IUMKM), meskipun Program IUMKM telah diluncurkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM sejak 3 tahun lalu. UMKM hanya memiliki keterangan usaha dari kelurahan. “Saat ini, sudah diajukan konsep Peraturan Bupati tentang IUMK ke Biro Hukum Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong, mudah-mudahan cepat ditandatangani Bupati,” ungkap Sidabutar.

Agustinus Slamet, salah saorang penerima WP mengaku merintis usaha budidaya ikan lele sejak 1 tahun yang lalu, namun kendala yang yang sering dihadapi yakni, pakan ternak yang cukup mahal.

Maka, dengan adanya bantuan dari Kemenkop dan UKM ini akan ia dipergunakan selain modal untuk pengadaan pakan juga dipergunakan untuk membeli paranet (jaring kelambu) dan tangki oxigen.

Agustinus membudidayakan pembibitan ikan lele dan pembesaran. Dengan dibantu 3 orang anggota keluarga omset yang diperoleh atas penjualan bibit dan lele siap konsumsi sekitar Rp 50 juta perbulan dan keuntungan bersih rata-rata sekitar Rp 15 juta perbulan. “Dalam pemasaran lele selain Kabupaten Sorong, juga ke Kabupaten sorong Selatan, Fakfak dan Raja Ampat,” kata Agustinus.

Lain halnya dengan Irfandi (34 tahun), yang mengaku baru menggeluti usaha ternak ayam kampung dengan indukan 6 ekor dan ayam jantan 2 ekor serta melakukan pembesaran dari masyarakat sekitar.

Setiap minggu ia dapat menjual sekitar 80 ekor ayam kampung ke catering pertamina. Omset yang diterima sekitar Rp 60 juta perminggu dengan pendapatan bersih sekitar Rp 4 juta perminggu. “Dengan dana bantuan yang akan diterima, direncanakan akan dipergunakan untuk pengadaan freezer, mesin penetas dan pakan,” ungkapnya.

Sedangkan Dadang, merintis usaha pembuatan kerupuk rasa bawang. Perhari Dadang dapat memproduksi sebanyak 30 kg dan menjualnya ke pasar sekitar Kabupaten Sorong dengan omset sekitar Rp 500 ribu dan mendapat keuntungan bersih rata-rata sekitar Rp 150 – Rp 170 ribu perhari. “Dana bantuan akan dipergunakan untuk pembelian mesin pemotong, mesin molen, mesin pres untuk kemasan dan bahan baku. Saya juga akan membuat diversifikasi rasa kerupuk misalnya, rasa udang atau ikan, sehingga akan meningkatkan produksi per hari,” tukas dia. (son)