SYMPOSIUM KELAUTAN – Para peneliti dunia yang tergabung dalam Enhaching Marine Biodiversity Research in Indonedesia (EMBRIO), berkumpul di Bogor untuk mengikuti ajang The 3rd Embrio International Symposium (EIS) tahun 2017.

BOGOR (Bisnis Jakarta)  – Ratusan peneliti dunia bidang ilmu kelautan,  Enhaching Marine Biodiversity Research in Indonedesia (EMBRIO), berkumpul di gedung ICC, kampus IPB Baranangsiang, Kota  Bogor untuk mengikuti kegiatan The 3rd Embrio International Symposium (EIS) tahun 2017.

Ketua Pelaksana Kegitan EIS 2017 Dr. Ario Damar, mengatakan, Symposium Internasional Embrio yang telah dilaksanakan di Kota Bogor pada 16-17 November kemarin merupakan yang ke-3 kalinya sejak Embrio berdiri pada 2013. “Acara ini merupakan rentetan dari beberapa kegiatan yang digelar Embrio di Indonesia (Wakatobi dan Kepulaun Seribu), sejak bulan September kemarin. Pesertanya dari berbagai negara seperti dari Jepang,Jerman, Canada, Singapura, Korea, Australia dan Indonesia tentunya sebagai tuan rumah,” jelasnya.

Kepala Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Kelautan IPB itu menerangkan, EMBRIO merupakan salah satu wadah pusat kajian dan penelitian para peneliti dunia, khususnya yang ada  di lingkungan kampus,  yang selama ini dikoordinasikan oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (F-PIK) IPB. “Kami ingin wadah ini mampu menjadi central gate dalam upaya membangun kerjasama bidang penelitian internasional,” harapnya.

Pasalnya, latarbelakang dibentuknya wadah ini,  yakni untuk membengun jaringan penelitian dan kerjasama multidisipilin yang lebih luas di Indonesia, bersama-sama mitra stetrategis Internasional untuk menjadi pusat keunggulan ilmiah keaneka ragaman hayati Indonesia. “Mudah mudahan sesui dengan visi dan misi EMBRIO itu mampu memahami, melindungi,rehabilitasi dalam upaya melestarikan keaneka ragaman hayati laut Indonesia,” tegasnya.

Symposium Internasional bidang Kelautan Indonesia yang digelar EMBRIO di kampus IPB ini dihadiri sebanyak 130 peneliti internasional, dengan menghadirkan para pembicara kunci  Duta Besar Canada untuk Indonesia, Dr. Peter Macarthur, Sekrtaris Kementrian Bapenas, Dr. Gellwyn Jusuf, Dekan F-PIK IPB, Dr. Luky Adrianto, Rektor Universitas Hasanudin, Prof.Dr. Jamaludin, dan pembicara lainnya.  “Intinya melalui berbagai kegiatan dan kerjasama itu kami para peneliti dan pemanggku kepentingan dan pihak-pihak terkait lain akan mampu bersinergi secara bersama-sama dalam mengembangkan dan melindungi potensi kelautan di kita,” paparnya.

Simposium Internasional Embrio ke-3 tahun 2017 bagi IPB menjadi acara yang begitu penting karena merupakan salah satu pilar fokus utama bidang penelitian dan pendidikan yang dicanagkan IPB sejak tahun 2014, meliputi bidang pertanian,kehutanan dan biosains. (bas)