JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Basarnas memberikan pelatihan dasar pencarian dan pertolongan (SAR) kepada kader Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari dedikasi kepada bangsa dan negara. “Baguna dibentuk karena melihat pentingnya penanggulangan bencana dan penanganan korban boncana dimana kondisi geografis Indonesia yang rawan bencana karena merupakan area Ring of fire,” kata Presiden RI Ke-5 Megawati Soekarnoputri saat penutupan Pelatihan Dasar SAR Baguna PDIP di Buperta Cibubur, Jakarta, Kamis (23/11).

Menurut Megawati, sudah 12 tahun Baguna terbentuk dan banyak operasi pencarian dan pertolongan yang sudah dilakukan, salahsatunya di Aceh saat terjadi tsunami. “Partai politik harus memiliki tanggung jawab sosial dan kemanusian, dan satu-satunya partai yg memiliki tim rescue secara serius adalah PDIP,” tegasnya.

Kepala Basarnas Marsekal Muda TNI M Syaugi mengatakan, pihaknya telah lama melakukan kerjasama pelatihan dasar SAR kepada Baguna PDIP yang juga telah dituangkan dalam Nota Kesepahaman. “Kerjasama pelatihan yang terakhir dilakukan pada tahun 2016 lalu,” ujarnya.

Menurut Syaugi, Basarnas memberikan pelatihan dasar pencarian dan pertolongan serta memfasilitasi pelatihan, alat pelatihan milik Basarnas seperti perahu karet, kendaraan amphibi. Helikopter juga digunakan agar para peserta pelatihan mengetahui kondisi dilapangan, karena materi pelatihan yang diberikan tidak hanya metode tetapi juga teknis dilapangan,” ungkapnya.

M Syaugi menjelaskan, saat ini ada 89 peserta dari Baguna yang mengikuti pelatihan selama 7 (tujuh) hari di Buperta dari 12 Provinsi. “Rencananya mereka yang dilatih akan berjumlah 1 Batalyon Tim Rescue Baguna sesuai dengan MOU. “Basarnas terbuka untuk memfasilitasi dan memberikan pelatihan, karena potensi SAR bisa dari mana saja, termasuk masyarakat,” ujarnya.

Penutupan program pelatihan dasar SAR Tim Rescue Baguna PDIP diawali dengan demonstrasi pertolongan dan pencarian korban banjir yang melibatkan seluruh Tim Rescue Baguna PDIP. Seluruh personil mampu menjalankan peran dan fungsinya dalam misi pencarian dan pertolongan menggunakan alat-alat pendukung operasi seperti perahu karet, kendaraan amphibi dan alat lainnya dalam mencari dan menolong korban bencana. (son)