BERI KETERANGAN – President CID, Faye Alund (dua dari kiri) memberi keterangan didampingi Ketua Coworkfest 2017, Andi Saptari (kiri), Sekjen CID, Felencia Hutabarat dan EVP Digital Center of Excellence BRI, Kaspar Situmorang (kanan) tentang kegiatan Coworkfest 2017 Presented by BRI di Cikini, Jakarta, Rabu (22/11).

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Kemajuan era digital dan semakin maraknya kemunculan start up business di Indonesia lima tahun belakangan ini, mendorong munculnya kebiasaan baru di kota-kota besar di Indonesia. Banyak profesional muda, bekerja dengan perangkat laptop di luar lingkungan perkantoran. Dan tak hanya orang kantoran saja, para pelaku bisnis start up pun mulai merasakan kebutuhan akan tempat bekerja dengan suasana yang mendukung.

Apalagi ditambah dengan kemacetan lalu-lintas yang dari tahun ke tahun semakin parah. Banyak yang menganggap lokasi kantor menjadi momok yang selalu dikeluhkan setiap hari. Sekitar lima tahun yang lalu, bermunculanlah solusi untuk masalah ini di kota-kota besar. Alih-alih datang ke sebuah “kantor”, para profesional muda lebih memilih datang ke sebuah coworking space.

Di tempat inilah, mereka bisa bekerja dengan nyaman, homey, bahkan bisa berkolaborasi dengan para profesional lainnya dari berbagai bidang keahlian dan heran, dalam waktu lima tahun sejak kemunculannya, sudah banyak coworking space berdiri kota-kota besar di Indonesia. Hingga terbentuklah sebuah perkumpulan coworking space bernama Coworking Indonesia.

Coworking Indonesia melihat betapa banyaknya manfaat coworking space. Terutama untuk para pelaku start-up, freelancer, profesional, perusahaan-perusahaan yang menempatkan staff-nya. Coworking space sudah menjelma menjadi elemen penting dalam ekosistem kewirausahaan.

Untuk menularkan “virus” coworking space ini menjadi sebuah kebutuhan bagi masyarakat luas, Coworking Indonesia menggandeng BRI menggagas event COWORKFEST 2017, dengan tujuan utama memperkenalkan ke masyarakat yang lebih luas tentang apa itu coworking space.

“Sebagian besar masyarakat di Indonesia mengenal coworking space, hanya sebagai tempat kerja. Melalui COWORKFEST, harapannya masyarakat bisa lebih paham bahwa di sana ada banyak kegiatan seru yang bisa dilakukan seperti workshop, sharing, talk show, sehingga kita bisa berkomunitas, berkolaborasi, dan saling terhubung satu sama lain,” jelas selaku Ketua COWORKFEST 2017 Presented by BRI, Andi Saptari di Jakarta, Rabu (22/11).

COWORKFEST 2017 presented by BRI digelar di Taman Menteng selama dua hari pada 25-26 November 2017. Di sana akan diperlihatkan kepada masyarakat tentang apa dan bagaimana sebuah coworking space bekerja.

“Kami memilih Taman Menteng karena ingin mengaktifkan ruang publik (activating public space), karena disitulah masyarakat (community) berkumpul,” lanjut Andi lagi.

Gagasan ini langsung disambut oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang memang kerap mendukung ide-ide dari kaum muda, terutama dalam hal technopreneur.

“Komunitas CoworkingSpace merupakan suatu trend baru di kalangan technopreneur (pelaku usaha rintisan/ start-up dan generasi millenial. Dengan menyediakan fasilitas untuk berkumpul, berkomunikasi serta sharing experience, para komunitas dengan kompetensi yang dimiliki telah berbagi ilmu sehingga terbentuk suatu ekosistem yang saling menguntungkan. Dengan demikian, hal ini ikut mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Visi inilah yang dilihat BRI selaras dengan visi yang dimiliki oleh BRI untuk mendorong industri kecil (UMKM) dan ekonomi kreatif di Indonesia,” ujar EVP Digital Center of Excellence BRI, Kaspar Situmorang.

Dukungan BRI pun tak hanya sebagai sponsor utama event ini, yang memberi financial support dalam rangkaian acara COWORKFEST 2017 Presented by BRI tapi juga turut memberi akses networking dan database support kepada para pelaku start-up dan members Coworking Indonesia lewat Jaringan BRI yang tersebar sampai ke pelosok tanah air. Dengan jaringan kantor dan database UMKM BRI yang terbesar dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia, pertumbuhan ekonomi kreatif melalui gerakan coworking space dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Tentunya, tak hanya sampai di event ini. BRI juga memberikan peran yang sangat dinanti dalam gerakan coworking di Indonesia, yaitu dukungan masa proses inkubasi dari sebuah perusahaan start-up. “Kami akan melanjutkannya dengan penjaringan potensi potensi unggul dari para start-up dan member Coworking Indonesia untuk dibina dan dikembangkan melalui BRI Incubation and Acceleration programs,” jelas Kaspar Situmorang.

Dukungan berupa akselerasi program untuk usaha rintisan itu juga merupakan program yang akan ditekankan BRI pada masa mendatang. Selain tentunya juga ada program Intermediary yang membantu mempertemukan komunitas untuk saling berbagi ilmu dan experience, serta Digital dan Exhibition Partnership.

Di COWORKFEST 2017 Presented by BRI, para pengunjung dapat merasakan pop-up coworking di tengah taman, aneka workshop, panel diskusi, talkshow, curated local market, coffie & foodie market, musik, dan banyak aktivitas lain

“Narasumber untuk talkshow, diskusi dan seminar pun dipilih berdasarkan tema-tema yang banyak diminati oleh audience, terutama mereka yang selalu mencari skill, insight, knowledge baru yang bisa membuatnya lebih produktif,” jelas Andi.

Nama penting seperti A Nurul Safrina (WeCare.id) yang akan bicara tentang “Making Your Social Movement Into An Impaciful Business”, lalu ada panel diskusi bersama Indra Utoyo (Direktur Teknologi dan Digital BRI) akan menjadi asupan ilmu yang sangat berguna bagi para technopreneur.

Agar gaungnya menasional, COWORKFEST 2017 Presented by BRI juga menggelar pre event roadshow bertema “Bring It On” ke 11 kota pada 11- 22 November 2017. Di mana ada 12 coworking space di tiap kota yang menjadi host acara panel diskusi bersama perwakilan Coworking Indonesia, BRI, dan inspiring local heroes di tiap kota.

Kota-kota tersebut adalah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bandung, Medan, Yogya, Semarang, Malang, Surabaya, dan Bali. Event ini juga akan dihibur oleh artis dan band papan atas yang sangat akrab di kalangan kawula muda. Sebut saja seperti Raisa, Stars and Rabbit, Rendy Pandugo dan Discopantera. (grd)